Dipidie “Zona Merah” hanya Istilah

Objek Wisata yang banyak dikunjungi warga Pidie, pada masa Zona Merah. (Dok/CUP/hR/Asnawi Ali

Sigli – haba RAKYAT |

Tidak ada tanda-tanda pemberlakuan Zona Merah di Pidie, sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur No.440/ 7810, Tertanggal 2 Juni 2020, Tentang penerapan masyarakat produktif dan aman Corona Disease 2019 (Covid-19) pada kriteria“, “Zona Merah dan Zona Hijau” di Aceh, dimana Pidie termasuk kriteria Zona Merah bersama 8 Kabupaten/Kota lainnya.

Bisa dilihat dari aktifitas keseharian masyarakat Pidie, dimana mereka bekerja seperti biasa, ngopi bareng di sejumlah Coffee, ataupun mengunjungi tempat-tempat wisata bersama keluarga, kerabat, dan teman.

Juga banyak ditemui anak-anak usia sekolah, mereka asyik bermain Game di sejumlah warnet, ataupun di warung-warung yang menyedikan Wifi, bahkan ada juga sebagian dari mereka yang berkeluyuran dijalan-jalan, tanpa tujuan.

Kebanyakan Mereka warga Pidie, baik dewasa maupun anak-anak dalam beraktifitas tidak memakai masker, apalagi menjaga jarak, sebagaimana protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19.

Kondisi ini sangat bertentangan dengan penetapan Pidie sebagai kriteria Zona Merah penyebaran Covid-19, dimana protokol kesehatan yang ketat akan diberlakukan, seperti termaktup dalam SE Gubernur Aceh tersebut, ataukah ini sebagai bentuk penolakan masyarakat Pidie terhadap kriteria Zona Merah.

Yang kami tahu masa proses Belajar Mengajar dirumah sudah diperpanjang sampai 20 Juni 2020, jadi Pidie masih merah“, ungkap Nurlaili, seorang warga Kota Sigli.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTP2 C19) melalui Dinkes, rencananya melakukan Rapid Test dan Swab, kepada 1.500 warga Pidie, dengan sasaran Perkantoran, Dayah, Pedagang, Supermarket/Mall, dan petugas Kebersihan.

Jadwal Rencana tersebut, dari Tanggal 3 Juni sampai 10 Juni 2020, tetapi sampai saat ini alat test tersebut belum ada, kata Jubir GTP2 C19 Pidie, Minggu 07/06.

Pantauan Media haba RAKYAT, pada Minggu (07/06/2020), selain masalah prilaku Istilah dalam “New Normal” Masyarakat Pidie sesuai protokol kesehatan, pada masa Zona Merah, juga kurangnya perhatian Pemkab Pidie dengan masalah kesehatan, kebersihan lingkungan, ini bisa dilihat dari sampah yang menumpuk dipasar, yang merupakan tempat bersarangnya lalat dan nyamuk.

Ironisnya lagi, masih dalam peringatan hari lingkungan hidup sedunia, dan Zona Merah penyebaran Covid-19, malah Pemkab Pidie masih menjadikan taman kota Sigli sebagai “Gudang” sampah, padahal ini jelas-jelas rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk penyebaran Covid-19, selain itu bau menyengat, sangat mengganggu, dan dirasakan oleh para pedagang serta warga sekitar.

Semoga dalam masa “New Normal“, Zona Merah, ldan istilah lainnya, Pemkab Pidie lebih sadar tentang kesehatan, dan kebersihan lingkungan, daripada warganya sendiri dan semoga juga musibah yang sedang kita hadapi ini cepat berlalu. (AA/hR)