Musda XI Golkar Pidie Dimundurkan,Sempat Ricuh

Sigli,haba RAKYAT
Musda XI DPD II Partai Golkar Pidie yang berlangsung pada Rabu 26 agustus 2020 di Sigli dimundurkan sampai akhir september 2020, diantara agenda kegiatannya adalah pemilihan Ketua untuk periode lima tahun kedepan 2020-2025.

Pada Musda XI ada dua calon Ketua yang akan bertarung, T.Saifullah TS,dan Muhammad Junaidi,mereka akan memperebutkan 29 suara, dari 23 Pengurus Kecamatan (PK) 23 suara,Ormas pendiri partai 1 suara,Ormas yang didirikan partai 1 suara,sayap partai 1 suara,wantim DPD II 1 suara,DPD II 1 suara,dan DPD I 1 suara.
T.Saifullah TS maupun Muhammad Junaidi, keduanya merupakan mantan pengurus teras DPD Golkar Pidie periode sebelumnya.
Terjadinya penundaan Musda XI, menurut keterangan Ketua DPD I Golkar Aceh, TM.Nurlif kepada sejumlah Awak Media,Rabu (26/08/2020) dikarenakan dokumen dari para calon ketua belum lengkap,jadi harus dilengkapi agar sesuai dengan peraturan yang ada dalam partai Golkar.
7Dari hasil Verifikasi administrasi oleh Steering Committee (SC) bahwa kedua calon harus “merapikan” berkas sebagai kelengkapan administrasi,Kata Nurlif.
Dilanjutkan, Dalam Musda XI Golkar Pidie,ada beberapa agenda kegiatan, seperti konsolidasi partai,program partai,pertanggungjawaban pengurus sebelumnya,juga pemilihan ketua serta penyusunan pengurus periode 2020-2025.
Namun dikarenakan menyangkut kelengkapan administrasi kedua calon,Musda XI oleh Pimpinan sidang dan disetujui oleh peserta yang mempunyai hak suara,ditunda sampai akhir september 2020.
Jadi Penundaan Musda XI sesuai dengan mekanisme, Ungkap TM.Nurlif yang didampingi Ir. HT.Zoel baharsyah, mantan Ketua DPD II Golkar Pidie 2015-2020, Muhammad Fajri, SE (Edo) ketua panitia Musda XI, dan Khalid,S.Pd.I Pimpinan Sidang Musda XI.
Namun belum ada statement yang diperoleh media ini dari kedua calon, T.Saifullah TS, maupun Muhammad Junaidi, tentang penundaan Musda XI Golkar Pidie.
Pantauan media ini,dan sejumlah Awak Media yang meliput , sempat melihat terjadinya kericuhan diakhir kegiatan,ada Pengurus Kecamatan (PK) sebagai peserta menjatuhkan kursi, juga ada yang teriak, mereka protes terhadap keputusan Sidang yang menunda Musda XI tersebut.(AA)

Don`t copy text!