PNS Dan Tenaga Kontrak Di Aceh Timur Banyak Dari Luar Daerah, Karena Kalah Saing

PNS dan tenaga kontrak di Kabupaten Aceh Timur, lebih dominan dari luar, “kata seorang Anggota DPRK Aceh Timur dari Fraksi PA”, Rabu (26/8/2020). (hR/J.Miswar Isa)

Aceh Timur – haba RAKYAT |

Kelalaian para remaja kita khususnya di wilayah Aceh Timur sangat memprihatinkan, lalai dan sibuk dengan game Online.

Hal ini, telah terbukti mana-mana tempat, baik diwarung pojok maupun Cafee-Cafee mewah, anak-anak begitu bebas menggunakan gatget atau android.

Hal ini dapat dilihat dari kecendrungan anak- anak remaja berkumpul dan nongkrong berjam-jam di warung-warung dan cafe, yang menyediakan fasilitas wifi/internet, bahkan sampai larut malam.

Generasi muda tersebut bukan hanya berdampak pada pergeseran sosial, agama, dan budaya, tetapi memiliki pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, baik pendidikan umun maupun pendidikan agama.

Bila hal ini terus berlanjut dan tidak ada upaya mengatasinya generasi masa depan Aceh terancam.

Demikian disampaikan Anggota DPRK Aceh Timur M.Yahya Ys kepada media ini Rabu (26/8) di Idi Rayeuk, saat melakukan diskusi tentang menyikapi dinamika prilaku remaja saat ini,” ujar M.Yahya.

Kita sangat prihatin melihat kondisi dan prilaku anak-anak dan remaja saat ini, setiap hari kita melihat anak-anak dan remaja berkumpul dan nongkrong berjam-jam di warung-warung dan cafe yang menyediakan fasilitas wifi, potret ini bukan hanya terjadi diperkotaan tapi telah merambah ke kampung-kampung,” tegas Yahya Ys.

Dikatakannya, dinamika ini tentu menjadi sebuah ancaman terhadap pergeseran nilai, moral, adat, budaya, dan agama, yang berlaku di daerah Serambi Mekkah ini.

Lebih lanjut M.Yahya mengatakan, “prilaku ini akan berdampak pada dunia pendidikan, kelalaian anak-anak dan remaja bila setiap hari disibukkan dengan game, sehingga minat belajar akan hilang perlahan-lahan,” katanya.

Mereka tidak lagi memikirkan pendidikan, “baik di sekolah umum, maupun belajar ilmu agama, otak mereka sudah terkontaminasi dengan game maupun permainan lainnya termasuk judi online,” sebut Yahya.

Kini semakin tidak ada cara kita untuk mengandalkan Sumber Daya Manusia (SDM), “untuk masa depan Aceh, hari ini saja kita melihat indeks prestasi pendidikan di Aceh dan khususnya Aceh Timur semakin tertinggal,” ungkapnya.

Bila dilihat dari kuantitas baik sektor Sarana dan Prasarana pendidikan sudah memadai, begitu juga dengan tenaga guru, dukungan anggaran yang sangat besar.

Namun juga kelihatannya tak berdaya, bagaimana kualitasnya, banyak PNS dan tenaga kontrak di Aceh Timur yang lulus berasal dari luar daerah, karena kita tak sanggup bersaing dengan mereka, dalam sisi kualitas pendidikan dan kreativitas kita sangat tertinggal“, ucap Politisi Partai Aceh Ini.

Kita berharap semua stakeholder di Aceh Timur harus memberikan perhatian khusus pada dunia pendidikan, jika tidak, bisa menjadi sebuah petaka bagi masa depan Aceh Timur sendiri, bukan hanya mengalami krisis pemimpin tapi juga terjadi krisis SDM.

Terkait persoalan ini menjadi PR kita semua, terutama dalam menangani dan mencegah prilaku anak-anak dan remaja agar tidak kecanduan game dan judi online, apakah harus diterapkan aturan/qanun pembatasan secara ketat dan tegas terhadap penggunaan android bagi anak-anak dibawah umur atau para remaja.

Upaya terakhir mungkin dengan cara menertibkan Cafe-cafe saat jam belajar, dan jam pengajian, “tambahYahya yang menempati di Komisi D“.

Selanjutnya pula kepedulian dan peran orang tua atau keluarga masing-masing sangat penting agar jangan membiarkan anak-anak yang belum saat nya menggunakan android, serta adanya peran masyarakat untuk sama-sama mengatasi persoalan ini.

Untuk yang terakhir, “kepada Dinas Pendidikan dan Lembaga yang bernaung dibawah Departemen agama( Depag), harus melakukan terobosan-terobosan yang kreatif, seperti memperbanyak sekolah unggul, dan menerapkan disiplin yang ketat baik terhadap siswa maupun tenaga guru,” sebut Yahya.

Kita harus selamatkan anak-anak dan remaja Aceh dari pengaruh global yang akan menggilas mereka, penggunaan teknologi tidak memiliki literasi akan sangat berbahaya,” tukasnya.

Kedepan kami akan berupaya membuat Qanun daerah demi upaya menyelamatkan Generasi penerus,” tutup Yahya. (hR/Jim)

Don`t copy text!