Selama COVID-19, Bupati Periksa Protokoler Kesehatan Sekolah

Kunjungan Bupati Bireuen Dr. H. Muzakkar A Gani SH, MSi di hari pertama masuk sekolah di Kabupaten Bireuen, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kemenag Bireuen meninjau kesiapan sarana prasarana sekolah sesuai protokoler kesehatan. Selasa (18/8/2020). (Dok/hR/Umar A Pandrah)

Bireuen – haba RAKYAT |

Hari pertama masuk sekolah di Kabupaten Bireuen, Bupati Bireuen Dr. H. Muzakkar A Gani SH, MSi, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kemenag Bireuen meninjau kesiapan sarana prasarana sekolah sesuai protokoler kesehatan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) juga memberlakukannya 30 menit belajar tatap muka di sekolah, untuk seluruh mata pelajaran setingkat SMA ,SMP sederajat dan MIN/SD di Kabupaten Bireuen.

Hari pertama masuk sekolah tingkat SMP dan SMA, hanya diberikan melaksana 30 menit belajar tatap muka, yang biasanya masing-masing pelajaran 45 menit ,” kata Kepala Disdikbud M. Nasir, MPd saat dikonfirmasi media, Selasa (18/08), usia melakukan kunjungan kesejumlah sekolah di Kabupaten Bireuen.

Sesuai SOP surat keputusan bersama 4 Menteri, yang menyebutkan di kawasan zona hijau dibolehkan untuk melakukan jam belajar tatap muka untuk sekolah jenjang SD/MIN, SLTP dan SLTA.

Disebutkannya, pihaknya langsung meninjau beberapa sekolah bersama Bupati Bireuen Dr. H. Muzakkar A Gani. SH, MSi, untuk memastikan kesiapan sekolah, agar mematuhi protokoler kesehatan pada hari pertama masuk belajar tatap muka.

Seluruh sekolah yang dikunjungi sudah memenuhi protokoler kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” ucap Muzakkar.

Photo Bersama Kunjungan Bupati Bireuen Dr. H. Muzakkar A Gani. SH, MSi, ke sejumlah sekolah di Kabupaten Bireuen

Dikatakannya, “kunjungan dilakukan tidak hanya sekolah umum. Namun Bupati selaku ketua Tim Gugus Tugas Bireuen turut melakukan pemantauan di sekolah Madrasah dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) dan SMA yang merupakan wewenang Dinas Pendidikan Provinsi Aceh. Sudah koordinasi dengan Kemenag dan UPTD Dinas Cabang Pendidikan Provinsi,” ujarnya.

Sementara itu M. Nasir juga menegaskan sejauh ini kantin di sekolah sementara ditiadakan. Sampai dengan kondisi benar-benar aman.

Termasuk Sekolah Dasar (SD) sederajat juga dibenarkan melaksanakan belajar tatap muka. “Untuk SD masih diberlakukan belajar jarak jauh atau belajar dari rumah (BDR). Dan akan disesuaikan dengan petunjuk terbaru 4 Menteri berikutnya,” sebutnya.

Kendati demikian, Disdikbud akan tetap melakukan pengawasan selama belajar tatap muka. Kita berharap agar kondisi kesehatan guru dan murid tetap terjaga dan bisa kembali normal, mengakhirinya. (Umar A Pandrah/hR).

Don`t copy text!