Warga Dusun Sejahtera Gampong Timbang Langsa Resah

Kondisi jalan PT. Perkebunan Timbang Langsa, selalu saja terganggu denga keliaran hewan yang meresahkan warga, Kamis (30/7/2020). (Dok:hR/J.Miswar Isa)

Langsa – haba RAKYAT |

Warga masyarakat dusun sejahtera, Gampong Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro, Pemerintahan Kota Langsa diresahkan dengan kawanan ternak lembu yang berkeliaran dilingkungan pemukiman warga.

Pasalnya adalah Kawanan lembu yang tampak berkeliaran dan jumlahnya ratusan ekor tersebut telah mengganggu kenyamanan warga dan merusak segala jenis tanaman, bahkan pakaian dalam jemuranpun menjadi sasaran dipangan binatang tersebut, “ujar Kepala Dusun Sejahtera, Redi Setiawan kepada haba RAKYAT, Rabu (29/07) di ruang kerjanya“.

Redi Setiawan juga menambahkan, “pihaknya telah membuat laporan kepada pihak pimpinan perusahaan tempat mereka bekerja yang diketahui Aparatur Desa yang sangat paham dengan keresahan kami,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Administratur PT. Perkebunan Timbang Langsa Mujiluddin Ir. saat ditemui haba RAKYAT, Kamis (30/07) diruang kerjanya.

Pihaknya mengatakan, “Hal – hal yang menakutkan kami, saat ternak tersebut menyeberang jalan dan tak jarang terjadi kecelakaan tabrakan, apalagi saat hewan tersebut menyeberang dengan melompat parit disisi kiri dan kanan jalan,” tambah Administratur.

Kandang – kandang ternak yang begitu banyak jumlahnya dibangun diseberang parit, tak jauh dari tempat tinggal kami, itu merupakan lahan milik pemko Langsa yang sudah dilepas atau dikeluarkan dari HGU PT. Timbang Langsa.

Lebih jauh ia menjelaskan, warga yang tinggal didusun Sejahtera tersebut, semuanya karyawan PT. Timbang Langsa.

Dengan nada yang sedih, Administratur PT. Perkebunan Timbang Langsa itu menuturkan, “Perusahaan sudah ke tiga kalinya  melakukan tanam ulang/sisipan dilahan tersebut, akibat ulah ternak yang akrab berkeliaran,” ungkapnya.

Memang sebelumnya, lahan yang direpotkan dengan ratusan hewan peliharaan itu, terdiri dari kambing, lembu dan juga kerbau dulunya sudah pernah membuat perjanjian antara pemilik ternak dengan kepala Dusun Sejahtera beserta perangkatnya, tetapi hingga saat ini perjanjian tersebut belum berbuah manis,” tuturnya.

Oleh karenanya kedepan diminta agar Pemko Langsa segera menertibkan, “lahan – lahan yang dulu dilepaskan dari HGU PT. Perkebunan Timbang Langsa tidak lagi dijadikan tempat bangunan kandang – kandang ternak,” pintanya.

Hal itu demi menciptakan lingkungan bersih apalagi mengacu pada ketentuan Protokoler kesehatan dimasa – masa pandemi corona,seperti pada saat ini,” tutupnya.

Disamping itu juga warga menghimbau kepada para pemilik ternak, agar segala keluhan kami selama ini akan segera berakhir, namun mereka masih menaruh harapan, bahwa atas segala kekeliruan ini,akan ditindaklanjuti oleh pimpinan dari oknum anggota Polri tersebut.

Dilanjutkan lagi, “persoalan ini sudah dua kali membuat surat pernyataan diatas materai, bahwa tidak lagi melepaskan ternak dilahan HGU PT. Perkebunan Timbang Langsa,” tutup Administratur PT. Perkebunan Timbang Langsa. (Maulidur/Jim/hR)

Don`t copy text!