YARA: Di Masa Pandemi COVID-19, Sejumlah Keuchik di Aceh Timur Malah Ikut Bimtek

Aceh Timur, haba RAKYAT |

Pemerintah sedang berupaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, penanganan dan pencegahan pun terus menerus dilakukan dengan cara memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di seluruh indonesia. Saat ini presiden Joko Widodo telah mengeluarkan inpres nomor 6 tahun 2020 tentang disiplin protokoler kesehatan, diharapkan masyakat menjadi bahagian dalam mensosialisasikan bahaya pandemi Covid-19 yang berbahaya.

Namun mirisnya, fakta dilapangan masih banyak perangakat desa di Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh yang terkesan mengabaikan anjuran pemerintah.

Terkait hal tersebut ketua Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Timur, Tgk. Indra Kusmeran, SH mengaku telah menerima pengaduan dari warga setempat. Menurut nya ditengah meningkatnya kasus Covid-19 di Aceh, malah ada sejumlah perangkat desa di Aceh Timur mengikuti Bimtek yang di selenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Aparatur Negara (LEMPANA), Sabtu (22/8/2020) malam.

Informasi yang kami terima pelaksaan Bimtek tersebut menggunakan Dana Desa yang tidak sedikit nilainya, desa harus menyetor Rp. 5.000.000 juta per orang dan setiap desa ada empat atau tiga orang yang mengikuti Bimtek yang dilaksanakan di The Roya Hotel Idi, kegiatan tersebut sangat di paksakan di mana dalam Listing Acara itu terdapat beberapa Pejabat Aceh Timur Yang akan mengisi Acara” sebutnya dalm pers rilis nya yang diterima media ini.

Acara ini terkesan sangat di paksakan, dan kita tidak tahu ini ada kepentingan siapa.? yang pasti, jika kegiatan ini di lakukan di tengah meningkatnya pandemi Covid-19, ini sangat kita sayangkan.” sebutnya.

Ketua Perwakilan YARA Aceh Timur ini juga menyayangkan sikap dari pemerintah Aceh Timur yang memberikan Izin kepada para Keuchik untuk mengikuti acara tersebut, dimana para Pejabat di daerah tersebut Juga mengetahui kondisi darurat Kesehatan di Aceh semakin mengkhawatirkan.

Kita sangat menyesalkan atas kebijakan Pemerintah Aceh Timur yang memberi Izin kepada Keuchik yang mengikuti Acara Bimtek tersebut. Apalagi ini di lakukan di tengah-tengah meningkatnya wabah pandemi COVID-19″ ungkapnya.

Tgk Indra juga menjelaskan anggaran desa pada tahun ini sesuai dengan arahan kemenkeu di fokuskan kepada penanganan Covid-19. Tetapi dalam prakteknya para Keuchik justru menganggarkan kepada kegiatan tersebut.

Dalam amatan kami, anggaran dana desa sesuai dengan intruksi kemenkeu harus di fokuskan pada penanganan Covid-19 dan padat karya tunai bukan untuk mengikuti Bimtek” jelas indra seraya meminta pihak panitia daerah Penanganan  Covid-19 untuk segera bertindak dimana dalam hal itu juga terlibat pihak pihak tertentu.

” Kita berharap kepada pihak panitia Daerah untuk menindak pelaksanaan acara tersebut, karena apa yang di lakukan oleh Para Kechik tersebut sangat melukai hati masyarakat karena mereka belum sepenuhnya menerima BLT untuk pemulihan ekonomi yang sedang terjadi” tandas Indra. (hR/Azh)

Don`t copy text!