Ancam Wartawan dan ASN Dengan Parang, Pemilik Warkop di Aceh Timur di Polisikan

Photo : Hasballah Kadimin wartawan Mediaaceh.co (pakai topi) bersama rekan nya saat ngopi bareng, tiba tiba didatangi pemilik warkop sambil membawa parang. Senin, (7/9/photo/dok/hR)

Aceh Timur, haba RAKYAT |


Satu pemillik Warung Kopi yang berada di pusat Pemkab Aceh Timur inisial J terpaksa berurusan dengan penegak hukum. Pasalnya J mengancam satu ASN dan dua wartawan yang sedang bertugas di Aceh Timur dengan sebilah parang. Senin (7/9/2020) pagi.

Merasa keberatan atas ancaman itu. Satu ASN dan dua wartawan tersebut langsung melaporkan J ke Mapolres Aceh Timur, karena tidak terima atas perlakukan pedagang warung kopi itu yang diduga kuat telah mengancam bacok mereka secara tiba tiba dan tanpa alasan yang jelas.

Adapun kedua wartawan yang melaporkan pengancaman itu ke Mapolres Aceh Timur yakni, Ilyas Ismail wartawan Freelinews.com, juga sebagai Sekretaris PWI Aceh Timur, dan Hasballah Kadimin wartawan Mediaaceh.co, yang juga sebagai Ketua I Persatuan Wartawan Aceh Timur (PESAWAT) dan Munawir (ASN)

Menurut lyas Ismail pada, Senin (7/9) pagi
sekira pukul 10.00 WIB,
ia bersama Munawir dan Hasballah sedang duduk semeja ngopi bareng di Warkop Jun Kupi. Pada saat yang bersamaan di warkop tersebut ada beberapa ASN juga ngopi, termasuk Muzakir Ketua LSM KANA.

“Tiba-tiba saat kami sedang membahas berita yang tayang di online, pemilik Warkop J keluar dengan membawa parang sambil berkata dengan suara lantang dan tak bersahabat kepada wartawan, ” Jangan buat onar di warkop disini”, kata Ilyas Ismail mengutip suara pelaku.

Kalian wartawan jangan buat onar disini nanti ku bacok. Kamu bang Balah jangan buat onar disini nanti ku bacok, saya gak takut, kamu lagi Munawir jangan buat onar jangan buat saya rugi, sambil membanting-banting parang di atas meja kami duduk,” sebut Ilyas lagi mengutip nada ancaman yang dilontarkan J.

Pasca ancaman itu, Hasballah sempat bertanya kepada J, apa salah mereka sehingga ia berani mengancam wartawan.

Saat itu, J mengaku kesal dengan wartawan, karena gara-gara wartawan kepala dinas tidak mau lagi duduk di Warkopnya.

Kalau dia ada masalah dengan kami, dan kami tidak boleh duduk di warung kopi miliknya maka beritahulah baik-baik, tapi jangan mengancam dengan parang. Ini adalah suatu pelecehan kepada wartawan, karena kami sudah bertahu-tahun duduk di Warkopnya merasa tidak ada masalah dengan dia,” cetus Ilyas.

Sementara, Hasballah Kadimin, mengapresiasi respon cepat Polres Aceh Timur, yang telah mengamankan pelaku.
Kita harap pelaku diproses hukum sesuai aturan yang berlaku,” ujar Hasballah.

Menanggapi hal itu. Ketua Persatuan Wartawan Aceh Timur (PESAWAT) Seni Hendri mengaku sangat menyesalkan atas sikap J selaku pemilik warung yang sepertinya sengaja melakukan pengancaman terhadap dua wartawan dengan menggunakan sebilah parang.

Jika keberatan dengan sikap wartawan, kita harap sampaikan lah dengan santun dan baik-baik untuk mencari jalan keluar terbaik dan jangan main hakim sendiri,” harap Seni Hendri.

Apalagi, ancaman sambil memegang parang seperti yang dilakukan J pedagang warkop itu, patut dicurigai jangan jangan dia berinisiatif hendak mencelakai fisik si wartawan, sebutnya.

Oleh karena itu, wartawan yang menjadi korban pengancaman dari J melaporkan kasus ini pihak kepolisian, “Polisi harus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mengetahui apa motif nya, hingga J berani mengancama wartawan dengan menggunakan parang, harap nya.

Tindakan arogansi seperti yang dilakukan J tidak bisa ditolerir, dan melecehakn profesi wartawan. Kita harap dia diproses hukum sesuai undang-undang yang berlaku,” harap Ketua Persatuan Wartawan Aceh Timur Seni Hendri. (hR/Az)

Don`t copy text!