Ismail Abda Sesalkan Sikap Kontraktor Yang Lecehkan Dan Hina Wartawan

Photo : Ismail Abda, Ketua Pembina Persatuan Wartawan Aceh Timur (PESAWAT).

Aceh Utara, haba RAKYAT |

Ketua Pembina Persatuan Wartawan Aceh Timur (PESAWAT) Ismail Abda sangat menyesalkan sikap seorang kontraktor berinisial Iwan alias WM yang telah melecehkan profesi wartawan di depan umum. Hal tersebut disampaikan Ismail Abda. Sabtu (26/9/2020) melalui pers rilsnya kepda media ini.

Disebutkan, jikapun ada masalah baik tentang pemberitaan maupun masalah pribadi sebaiknya dapat diselesaikan melalui musyawarah atau jalur hukum yang berlaku, bukan menghina atau melecehkan jurnalis di depan umum.

“Seharus sikap kontraktor yang tidak terpuji tersebut jangan diperlihatkam didepan umum, apalagi antara Azhary (wartawan yang dilecehkan) tidak ada masalah apa-apa dengan Iwan” kata Ismail Abda

Seperti yang telah dilansir sejumlah media, pelecehan dengan cara menghina dengan bahasa kotor, tidak sopan dan terpuji dilakukan Iwan didalam sebuah Caffe di kawasan Kota Pantonlabu Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Jum’at (20/9/2020) sekitar pukul 20.22, WIB malam.

Menurut Azhar pangilan akrab Rais Azhary, Iwan selama ini dikenal banyak pihak sebagai rekanan proyek rumah duafa di Aceh Timur. Dia bersikap tak terpuji saat melihat kedatangannya ke Caffe tersebut dan langsung mengeluarkan kata-kata kasar dengan nada melecehkan profesi jurnalis. Bahkan sikap arogansi itu mengandung unsur kebencian terhadap wartawan dan dilontarkan didepan umum kepada wartawan.

“Kah juet ka keureja bak perusahaan nyan mantong atau bak laen. Beek gadoeh kajak mita-mita kesalahan kontraktor sabe, lalee ngon peng 200 ribee, jak keurija pue laen keudeh, awakkah mandum keuh saban, proyek loen di Gampong Meunasah Asan pih kajak peukaru, kaba tim wartawan, kalinyo kuneuk kalon soena beuhee peu ek berita tentang proyek loen, nyoe kureung senang jak tameulho sigoe,” ucapnya dalam bahasa daerah” .

“Kau boleh kerja saja diperusahaan itu atau kerja lain saja, jangan lagi jadi wartawan yang kerjanya hanya mencari kesalahan kontraktor, jangan sibuk dengan uang 200 ribu. Kau kerja yang lain saja. Kalian wartawan sama semua, proyek saya juga kalian ganggu, kau bawa tim wartawan, kali ini saya lihat siapa yang berani memberitakan proyek saya, kalau kurang senang dengan ucapan saya, ayo kita duel sekali,” ucap Iwan dengan nada tinggi.

Padahal, kedatangan Azhary ke Caffe tersebut bertujuan untuk menjumpai Zubir kawannya untuk mengambil uang sisa pinjaman.”Itupun karena saya dipanggil dan kebetulan saya lihat Zubir duduk semeja dengan Iwan di caffe tersebut bersama tokoh masyarakat dan juga ramai tamu-tamu lain disekelilingnya”ujar Azhary.

“Saya ssngat terkejut, karena saya tidak pernah merasa ada masalah dengan beliau. Kalau ia ada masalah dengan oknum wartawan, kenapa saya yang jadi sasaran. Apalagi didepan umum.” kata Azhary.

SeIanjutnya Ismail Abda berpesan agar masalah tersebut dapat diselesaikan dengan musyawarah dan tidak terulang lagi.
“Memang kita sebagai wartawan bekerja penuh resiko, bahkan resiko mati, namun semua itu tidak kita ingin atau bisa diterima semua wartawan “. Tutup Ismail Abda. (Tim)

Don`t copy text!