Ketua PWI Aceh Tengah Ingatkan Wartawan Jaga Prokes

Ketua PWI Aceh Tengah Jurnalisa,SE (Dok. Foto : Ist).

Aceh Tengah, haba RAKYAT |

Peningkatan jumlah positif Covid 19 di wilayah Kabupaten Aceh Tengah terus terjadi, berdasar keterangan juru bicara Gugus Tugas Covid -19 Aceh Tengah dr. Yunasri, ada penambahan kasus baru di akhir pekan ini, Sabtu 19/09/2020.

Dikatakan Yunasri kasus konfirmasi positif hingga hari itu berjumlah total mencapai angka 49 orang, dengan status tenaga kesehatan terpapar sebanyak 15 belas orang. Hal tersebut menyebabkan keprihatinan berbagai pihak, termasuk kalangan insan pers yang bertugas di kabupaten wilayah tengah provinsi Aceh ini.

Ketua PWI Aceh Tengah Jurnalisa pun angkat bicara, dirinya menghimbau agar para pekerja pers di daerah itu tetap menjaga protokol kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan, serta berhati-hati lagi dalam setiap melakukan tugas peliputan COVID-19.

Jurnalisa menuturkan semakin melonjaknya angka kasus positif COVID-19 saat ini tak boleh lagi dianggap sepele oleh siapapun, tak terkecuali bagi kalangan wartawan. Ketua PWI Aceh Tengah mengingatkan pengurus PWI dan seluruh wartawan, agar menjaga kesehatan dalam kegiatan liputan.

“Wartawan diharap tidak abai terhadap kesehatan dirinya sendiri. Harus selalu waspada saat tugas peliputan di manapun, terutama saat liputan terkait kasus positif COVID-19,” pesan nya di kantor PWI setempat di hari yang sama.

Untuk itu menurutnya kondisi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pekerja pers, supaya bisa menyesuaikan diri dan dapat terus bertugas dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Sementara terhadap masyarakat dan tenaga kesehatan yang telah menjadi korban paparan virus hingga ada yang meninggal dunia, Jurnalisa ungkapkan belasungkawa keprihatinanya.

“Kita juga prihatin dan belasungkawa terhadap para tenaga kesehatan yang semakin banyak terpapar COVID-19. Untuk Aceh Tengah sendiri saat ini tercatat ada 15 tenaga kesehatan yang positif. Dan sudah ada satu kasus positif yang meninggal dunia, yaitu seorang tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Datu Beru Takengon,” sebutnya.

Jurnalisa turut mengimbau kepada pihak-pihak terkait, untuk bisa lebih menyesuaikan lagi setiap kegiatan atau gelar konferensi pers dengan kalangan wartawan.

Hal itu kata dia seperti untuk penyesuaian tempat agar lebih mengutamakan tempat terbuka dan menghindari ruangan tertutup.

“Bagaimana pun kita harus lebih meningkatkan kewaspadaan kita. Kesehatan kita adalah yang lebih utama. Jadi bagi wartawan, ayo kita tetap semangat bekerja dan bertugas, tapi jangan abaikan kesehatan dan keselamatan diri. Tetap patuhi dan terapkan selalu protokol kesehatan untuk mencegah diri tertular COVID-19,” seru Jurnalisa. (Erwin)

Don`t copy text!