Laporan Banggar Terhadap Rancangan KUPA PPAS Perubahan APBK Aceh Singkil TA. 2020

Foto : DPRK Aceh Singkil menggelar sidang paripurna tentang Laporan Badan Anggaran DPRK terhadap Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBK Aceh Singkil Tahun Anggaran 2020, Rabu (16/9/2020). (Dok/hR/Ambar)

Aceh Singkil – haba RAKYAT |

Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil menggelar sidang paripurna tentang Laporan Badan Anggaran DPRK terhadap Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBK Aceh Singkil Tahun Anggaran 2020, di gedung dewan setempat Kampung Baru, Rabu (16/9).

Ramli Boga politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) selaku juru bicara Badan Anggaran (Banggar), menyampaikan laporan Badan Anggaran Rapat Pembahasan Rancangan KUPA dan PPAS Perubahan APBK Aceh Singkil Tahun Anggaran 2020, antara Badan Anggaran DPRK Aceh Singkil dengan Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil beberapa hari yang lalu, rapat pembahasan KUPA dan PPAS Perubahan APBK Tahun Anggaran 2020 berjalan dengan baik. 

Hal ini semua bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang arah dan kebijakan dalam menyusun rencana pembangunan untuk setiap urusan Pemerintah Daerah yang muaranya agar terwujud suatu tatanan masyarakat yang adil, makmur dn sejahtera,” kata Ramli Boga.

Lanjutnya, sebelum pembahasan, total target pendapatan daerah Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp. 938.288.686.513, dan mengalami penurunan Rp. 82.453.614.318, sehingga total pendapatan pada pembahasan perubahan APBK menjadi sebesar Rp. 855.835.071.195, yang bersumber dari PAD, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah, sedangkan penerimaan pembiayaan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) Tahun Anggaran sebelumnya sebesar Rp. 16.229.261.347.

Hasil pembahasan APBK Aceh Singkil Tahun Anggaran 2020, harapan kami kepada Pemda untuk dapat memperhatikan hal sebagai berikut: 

Pertama diharapkan kepada Bupati Aceh Singkil melalui SKPK terkait supaya kedepan lebih cermat lagi untuk menggali potensi-potensi yang akan dijadikan objek pajak sebagai sumber PAD, sehingga akan dapat mempengaruhi peningkatan APBK Aceh Singkil yang tentunya akan dapat mewujudkan pembangunan secara adil dan merata.

Kedua untuk nendapatkan hasil pembangunan yang lebih baik dan tepat guna, kami harapkan kepada Bupati, agar dapat merencanakan terlebih dahulu perencanaan yang baik, agar tidak terjadi pergeseran-pergesaran atau bertambah kurangnya anggaran yang signifikan terhadap program-program kegiatan. 

Ketiga pasca Recopusing anggaran yang dilakukan oleh tapk membuat beberapa anggaran di semua SKPK mengalami pengurangan tidak terkecuali, tambah penghasilan berdasarkan pertimbangan objek lainnya.

Dan keempat dalam hal peningkatan kinerja dan pelayanan prima, serta disiplin kerja Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Aceh Singkil, agar kira Bupati dapat mempertimbangkan tambahan penghasilan berdasarkan prestasi, kinerja dan tambahan penghasilan berdasarkan pertimbangan objek lainnya, yang berdampak pada prestasi kerja, sehingga apa yang kita rencanakan dalam pembangunan Aceh Singkil kedepan ini dapat tercapai. (Ambar/hR)

Don`t copy text!