Mantan Anggota DPR RI Meminta Presiden Tandatangani Pemekaran Provinsi Aceh

Ir. H Tagore Abubakar (Foto/hR/R).

Aceh Tengah, haba RAKYAT |

Mengetahui kembali bergejolaknya isu digadang gadang permintaan pemekaran sebuah provinsi baru di Aceh, menyebabkan mantan anggota DPR RI asal Aceh Tengah Ir. H Tagore Abubakar merasa risau dan akhirnya buka suara. Hal ini disebabkan kekhawatiran dirinya, jika apa yang telah diperjuangkan oleh penggagas pemekaran provinsi Aceh terdahulu, harus berakhir tak sempurna.

Jujur dikatakan Tagore Abubakar, bahwa semangat dan keinginan dari berbagai kalangan untuk perjuangkan pemekaran Aceh menjadi dua provinsi saat sekarang, menurutnya pantas diapresiasi. Namun mantan dewan RI yang akrab disapa bang Tagor ini menilai, pergerakan dilakukan oleh mereka dianggap tak faham situasi.

Tokoh masyarakat sekaligus salah seorang penggagas pemekaran provinsi Aceh ini merasa risau, jika gembar gembor berbagai pihak di media yang perjuangkan pembentukan sebuah provinsi baru bernama ALA (Aceh Lauser Antara), menyebabkan kelanjutan perjuanganya bersama rekan rekan saat di DPR RI hanya jalan di tempat.

Ungkapan ini dicetus Tagore kepada sejumlah wartawan dikediamanya yang berada di kawasan kota Takengon, Selasa sore 22 September 2020 waktu setempat. Dikatakanya usulan pemekaran provinsi baru di Aceh, sudah berjalan selama kurang lebih 15 tahun.

Baca Juga Berita...

Seiring waktu berproses untuk memekarkan Aceh, sejauh ini sudah sampai masuk ke tahap final. Sehingga diingatkan Tagor kepada semua pihak agar dapat meneruskan langkah akhir, dimana tinggal menyampaikan permohonan kepada Presiden tandatangani persetujuan pemekaran.

Sebab menurutnya usulan pemekaran wilayah provinsi Aceh, telah disetujui dalam kesepakatan rapat Komisi II DPR RI bersama Komite I dan Pemerintah. Provinsi Aceh akan dijadikan sebagai persiapan DOB (daerah otonom baru) Kawasan Straregis Naional (KSN).

Keterangan itu dipertegas Tagore Abubakar dengan adanya bukti salinan berkas laporan singkat agenda rapat DPR RI, dengan Dirjen Otonomi Kementerian Dalam Negeri RI yang berlangsung di ruang rapat Komisi II DPR RI. Sidang ini dipimpin oleh Ketua Komisi II DPR RI Rambe Kamarul Zaman dan ditandatangani di Jakarta pada hari Jum’at tanggal 26 Februari 2016.

Berkas ini menurut Tagore diperoleh bersumber dari DPR RI yang dikirimkan hari Senin 21/9/2020, sekira pukul 11.22 Wib, sehari sebelum melakukan pertemuan dengan wartawan di rumahnya. Dihadapan awak media bang Tagor meluapkan pernyataanya.

“Kita hanya tinggal meminta Presiden untuk penandatanganan persetujuan pembentukan provinsi baru di Aceh. Selaku mantan anggota dewan DPR RI, saya meminta kesediaan Presiden agar dapat segera menandatangani,” kata Tagor.

Lebih jauh dijelaskanya dalam pengajuan pemekaran provinsi Aceh, saat itu belum ada nama terpilih disematkan kepada provinsi yang baru. Hal ini berkaitan dengan keputusan bersama daerah dan pemerintah, wilayah kabupaten mana saja nantinya akan ikut dalam pemekaran. Apalagi Aceh adalah kawasan luas, sehingga bisa saja terbagi menjadi beberapa provinsi, sebut Tagore.

Bermodal pengalamanya di kancah politik, Tagore Abubakar sebagai mantan Ketua DPRK Aceh Tengah, mantan Ketua DPRK sekaligus pernah menjadi mantan Bupati Kabupaten Bener Meriah, hingga berujung sebagai anggota dewan DPR RI periode 2014-2019 yang lalu.

Di Umah Ilang (rumah merah, Gayo – Red) kediamanya itu, pria berusia 66 tahun ini menyampaikan rasa optimisnya kepada wartawan. Bahwa Aceh akan menjadi wilayah berekonomi kuat apabila provinsi baru telah terbentuk.

Karena anggaran dikelola daerah pemekaran sudah menggunakan sumber APBN, sama seperti dana yang dikelola saat ini oleh provinsi Aceh.

Jelasnya provinsi terbaru di Aceh bakal miliki anggaran tersendiri, sebab provinsi yang dimekarkan ini usulanya diajukan sebagai kawasan strategis nasional.

“Apalagi jika pemekaran provinsi baru dijadikan sebagai KSN, semua biaya pembangunan berjangka 5 tahun ditanggung pemerintah pusat. Otomatis kesejahteraan rakyat meningkat, sangat disayangkan jika ada upaya penghalangan pemekaran dilakukan oleh segelintir pihak,” tutup Ir. Tagore Abubakar dengan senyum. (R)

Don`t copy text!