Penjual Ganja Dibekuk, Resnarkoba Polres Aceh Tengah Buru 1 DPO

Kasat Narkoba Polres Aceh Tengah, Akp Suwarno.SH (dok. foto – R).

Aceh Tengah, haba RAKYAT |

Polres Aceh Tengah gelar konferensi pers terungkapnya berbagai kasus tindak pidana terjadi di wilayah hukum periode Agustus dan awal September 2020 di halaman Mapolres, Senin 21 September 2020 (dok. foto : R).

Polres Aceh Tengah gelar konferensi pers pelaku tindak pidana perdagangan narkotika jenis Ganja, dilakukan salah seorang warga berinisial AR yang ditangkap Satresnarkoba beberapa waktu lalu.

Penangkapan ini terjadi setelah adanya laporan masyarakat, menginformasikan adanya kegiatan transaksi narkotika dilakukan tersangka.

AR diamankan unit Res Narkoba berikut barang bukti berupa ganja seberat 116,28 Gram yang dibungkus dalam kertas spanduk, pada hari Selasa 8 September 2020, pukul 19.30 Wib di kawasan kampung Empus Talu Kecamatan Bebesen.

Dalam keterangan pers kepada wartawan, Kapolres Aceh Tengah Akbp Mahmun Hari Sandi Sinurat, melalui Kasat Narkoba Akp Suwarno.SH di halaman Mapolres, Senin 21/09/2020 menerangkan, tersangka AR sewaktu dilakukan penangkapan sempat melarikan diri.

“Saat dilakukan penangkapan, tersangka berupaya melarikan diri dan terjadi kejar kejaran sejauh 500 Meter, ketika melarikan diri AR membuang barang bukti Ganja. Namun setelah penangkapan dilakukan, Unit Resnarkoba melakukan penelusuran dan menemukan barang bukti di biram jalan,’ terang Suwarno.

Baca Juga...

Hasil penyidikan menurut Akp Suwarno, barang ilegal ini diperoleh AR dengan membeli seharga Rp. 100.000,- dari tersangka GM bersetatus DPO (daftar pencarian orang) Polres Aceh Tengah.

Sementara asal muasal ganja disebutkan berasal dari kawasan Nagan Raya. Hasil penyelidikan tersangka AR bekerja seorang diri untuk pemasaran ganja yang dibeli dari GM.

Tersangka AR atas dasar laporan polisi LP/64/IX/2020/Aceh/Res Narkoba/08-09-2020, dijerat Undang undang Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika, Pasal 114 Ayat (1) jo Pasal 111 Ayat (1), dengan hukuman minimal 4 tahun penjara.

Dalam kesempatan itu Akp Suwarno menjelaskan, pihaknya juga telah mengamankan bandar narkoba jenis Shabu di wilkum Aceh Tengah yang telah dirilis dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

“Untuk kasus terbesar menyangkut barang bukti itu berkisar akhir Agustus, yaitu seberat 128 Gram atau satu ons lebih. Itu TKP di Pantan Musara, untuk konferensi pers sudah dilakukan sebelum ini,” katanya.

Selanjutnya dalam meminimalisir dan berantas pergerakan pelaku kejahatan narkoba, dijelaskan pihaknya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, terutama masyarakat dan kalangan pemuda.

Upaya lain dilakukan Polres Aceh Tengah, dengan melakukan sosialisasi melalui Binmas dan aparatur desa. Selain itu Kasatnarkoba pun kembali ingatkan masyarakat, melalui media menyampaikan pesan dan himbauan agar masyarakat jauhi barang terlarang itu.

“Kami mengajak kepada masyarakat untuk memerangi narkoba, apabila ada indikasi terkait narkoba di wilayahnya, di sekitar rumahnya, beritahukan kepada kami”. Pesan Kasat Narkoba Akp Suwarno menegaskan. (R)

Don`t copy text!