PWI Abdya Sukseskan Konfercab Ke-I

Foto : Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman, SE. MSi saat menyerahkan seragam PWI kepada Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, SH dan Wakil Bupati Abdya Muslizar di Aula Arena Motel Blangpidie. Senin (7/9/2020). (hR/MS)

.

Aceh Barat Daya – haba RAKYAT|

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Barat Daya (Abdya) gelar Konfercab Ke-1 di aula Arena Motel, Kecamatan Blangpidie Kabupaten Abdya. Senin, (7/9/2020).

Ketua panitia Konfercab PWI Abdya, Rahmat Saputra, SIP dalam sambutannya mengatakan, Konfercab ini digelar karena kepengurusan PWI Abdya sudah habis masa berlakunya pada tahun 2016 lalu, jadi perlu dibentuk kepengurusan yang baru.

Konfercab ini seharusnya digelar pada tahun 2016 lalu, tetapi karena ada satu hal dan yang lain, sehingga baru bisa digelar sekarang. Selama ini PWI Abdya masih berstatus Balai, jadi dengan digelarnya Konfercab pertama ini status PWI Abdya akan berganti menjadi  PWI Kabupaten,” Sebutnya.

Selanjutnya, Ketua PWI Provinsi Aceh Tarmilin Usman, SE. MSi mengatakan, sampai saat ini PWI masih jadi Organisasi wartawan  yang tertua di Asia, PWI lahir pada tahun 1946 setelah Indonesia merdeka, dan sekarang masih banyak pejabat-pejabat baik di Kabupaten maupun di Provinsi tidak tau apa itu PWI.

Semua profesi saat ini harus ada standar dan kompetensi. Karena itu, untuk menjadi wartawan profesional, maka wartawan harus ikut uji kompentisi, Kepada wartawan semua baik di PWI maupun yang diluar PWI itu harus terstuktur, terukur dan teroganisir, sehingga pejabat-pejabat dan kepala dinas tidak merasa resah dan risau ketika tiba-tiba didatangi oleh wartawan,” ujar Tarmilin.

Sementara itu, Bupati Abdya Akmal Ibrahim, SH dalam arahan dipembukaan Konfercab Ke-I PWI Abdya, menyampaikan, bahwa peran PWI itu sangat berpengaruh terutama dalam proses pembangunan daerah. Untuk menjadi anggota PWI saja, syaratnya harus sarjana. Paling penting wartawan itu dituntut untuk selalu resah dan peka dengan segala persoalan yang ada.

Pers itu tidak boleh jauh dari pemerintah, wartawan harus jadi orang yang berfikir merdeka dan setara, mempunyai tanggung jawab sendiri dari hati nurani berdasarkan Undang-Undang Pers,” Tutur Akmal.

Menurut mantan wartawan senior dan pengurus PWI Aceh ini, seorang wartawan harus menjadi orang yang merdeka dalam berfikir. Dalam perusahaan pers ketepatan waktu itu sangat penting.

Dengan demikian, PWI harus memiliki strategi yang kuat agar menjadi wartawan yang intelektual, lugas serta terpercaya “Saya berharap, PWI dapat lebih maju kedepannya, serta terus berbenah agar lebih baik dan berkualitas,” Tegasnya.

Pantauan awak Media, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Abdya Akmal Ibrahim, SH, Wakil Bupati Abdya Muslizar. MT Ketua PWI Provinsi Aceh Tarmilin Usman, SE. MSi. didampingi sejumlah pengurus PWI Aceh, unsur Forkopimkab Abdya, Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Arip Subagiyo, Kajari Nilawati. SH, MH, para Kepala SKPK dan undangan lainnya. 

Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, kegiatan tersebut tetap berlangsung  khitmat, serta mengikuti aturan Protokol Kesehatan bagi peserta semua. (hR/MS)

Don`t copy text!