Sembunyikan Aib, Perempuan Bersuami Meringkuk di Jeruji

Aceh Tengah – haba RAKYAT |

Sungguh tega perbuatan seorang perempuan berusia 36 tahun di Kabupaten Aceh Tengah, karena sanggup menghilangkan nyawa anak yang baru dilahirkanya. Perempuan itu berinisial SM, ia dijebloskan ke penjara setelah aksi kejahatanya terungkap.

SM menghilangkan nyawa anaknya, dengan cara menguburkan hidup hidup sang anak. Walau sempat diketahui dan diselamatkan oleh masyarakat, tetap saja nyawa anaknya yang masih bayi berusia 5 jam usai dilahirkan tersangka akhirnya melayang.

Kronologis pembunuhan ini terungkap dalam konferensi pers, dipimpin langsung Kapolres Aceh Tengah AKBP Sandi Sinurat,S.Ik, Rabu 2 September 2020, bertempat di halaman gedung Mapolres setempat. Kapolres saat temu pers didampingi Kasat Reskrim AKP. Agus Riwayanto Diputra,S.Ik.SH.MH, Kabio Narkoba, Kabag Ops dan Kasubag Humas dan jajaran personil Polres Aceh Tengah.

Dijelaskan Kasat Reskrim AKP. Agus, tersangka SM telah menghilangkan nyawa dan terjerat kasus penganiayaan (Pembunuhan), terhadap bayi bernasib malang diketahui hasil hubungan gelap SM dan selingkuhanya berinisial SP.

Berkas perkara SM, sesuai LPA/63/VIII/2020/ Reskrim Aceh Tengah, kepada SM disangkakan Pasal 341 KUHPidana Jo Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat 1, 2 ,3 dan 4, tentang tindak pidana pembunuhan dan perlindungan anak, sanksi hukuman minimal 15 tahun penjara.

Status SM sendiri menurut Kasat Reskrim, diketahui masih menjadi istri sah dari suaminya yang sedang jalani proses hukuman di Kabupaten Aceh Tenggara. Tersangka SM tega melakukan pembunuhan dengan menguburkan bayi berjenis kelamin laki laki di belakang pekarangan rumahnya, karena takut diketahui melahirkan anak tanpa suami.

Bayi itu dilahirkan tersangka pada pukul 10 pagi waktu setempat dan sempat ditidurkan disampingnya hingga pukul 14.30 Wib dan dibunuh setengah jam kemudian tepatnya pada pukul 3 sore, Senin 31 Agustus 2020.

Aksi pembunuhan ini terjadi usai anak sulung tersangka berusia 10 tahun, buah perkawinan sah dengan suaminya pulang bermain. Tersangka yang melakukan persalinan tanpa bantuan bidan ini pun ditanyai oleh anaknya, siapa bayi yang berada di kamar bersama SM.

Saat itu tersangka menjawab kepada anaknya, bahwa bayi itu adalah adiknya. Tidak terima jawaban sang ibu, anak sulungnya ini pun marah marah dan mengatakan akan lapor polisi. Tersangka berupaya mencegah anaknya dengan berkata ‘jangan’, namun si anak terus berlari keluar rumah.

Kronologi selanjutnya SM yang merasa takut lalu mengambil cangkul, serta menggali tanah di belakang rumah. Bayi hidup berikut ari ari belum terpotong, dikuburkan tersangka di liang tanah kedalaman 40, lebar 30 dan panjang 50 Centimeter.

Saat dikuburkan oleh tersangka bayi itu dikatakanya menangis, namun SM kepada polisi menyebutkan, karena takut dirinya tidak bisa mengingat jelas bagaimana posisi bayi dikuburnya. Usai kuburkan bayi dan merebahkan badan di kamar, beberapa saat kemudian SM didatangi 2 orang tetangga menanyakan kebenaran berita disampaikan anak sulungnya berinisial H, bahwa tersangka telah melahirkan.

Tersangka SM mengelak dengan jawaban ‘mana ada’, walau telah didesak untuk berkata jujur, tersangka SM diam tak menjawab. Hingga akhirnya masyarakat di desa setempat beramai ramai datang bersama anaknya H, untuk melihat tersangka dan melakukan pencarian.

Proses pencarian bayi akhirnya ditemukan masyarakat di belakang rumah tersangka, tertimbun dalam seonggok tanah. Setelah digali bayi berjenis kelamin laki laki, selanjutnya bersama tersangka segera dilarikan ke rumah sakit, kata Agus.

Lebih jauh diungkap Kasat Reskrim kasus ini terus diusut, untuk mengungkap keterlibatan pihak lainya, termasuk sejauh mana keterlibatan pria selingkuhan SM. Sementara itu tersangka SM hingga berita diturunkan, masih menjalani perawatan medis di RSU Datu Beru. (Erwin)