Sempat Jadi Buronan Polisi, Penjahat Asusila Akhirnya Tertangkap

Kasat Reskrim Akp Ahmad Arief Sanjaya,S.H (memegang Laptop), saat menunjukan barang bukti terungkapnya berbagai tindak pidana yang terjadi di wilkum Polres Aceh Tengah (dok. foto – R).

Aceh Tengah, haba RAKYAT |

Dua kali lakukan perbuatan asusila kepada dua orang gadis bawah umur, seorang pria harus mendekam di rumah tahanan Polres Aceh Tengah guna pertanggungjawabkan perbuatanya.

Pria berinisial EP (27) ditangkap unit Reskrim Aceh Tengah, Rabu tanggal 16 September 2020 Sekira Pukul 16.00 Wib di Blang Bebangka Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah.

Tersangka EP alias IR dikenakan pasal berlapis, berdasar 2 berkas Laporan Polisi terkait tindak kejahatan yang sama, tentang pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur.

Kasus pertama kejahatan EP melakukan aksi bejatnya terhadap korban NH (14). Perkara ini dilaporkan oleh orangtua korban, sesuai Laporan Polisi : LPB/30/III/2020/SPKT tanggal 10 Maret 2020, tentang tindak pidana pencabulan dan persetubuhan/perlindungan anak.

Sementara prilaku kejahatan kelamin yang kedua kalinya dilakukan tersangka, terhadap korbanya berinisial ST (16), dengan kelakuan pencabulan dan persetubuhan. Hal ini sesuai dengan berkas Laporan Polisi : LPB /103/IX/2020/SPKT tanggal 06 September 2020.

Kapolres Aceh Tengah Akbp Mahmun Hari Sandi Sinurat,S.IK, melalui Kasat Reskrim Akp Ahmad Arief Sanjaya,S.H, saat berlangsung konferensi pers dengan awak media di halaman Mapolres, Senin 21 September 2020, mengungkapkan kronologis penangkapan tersangka yang sempat buron selama beberapa bulan sebagai TO (Target Operasi) Polres Aceh Tengah.

“Sesuai dengan laporan Polisi tanggal 10 Maret 2020 dan yang kedua laporan Polisi tanggal 06 September 2020. Menyikapi adanya pelaku asusila yang berulang kali melakukan perbuatan, kita lakukan penyelidikan yang ditindaklanjuti dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka,” terang Kasatreskrim.

Dijelaskanya selain penangkapan tersangka, juga turut diamankan barang bukti berbagai pakaian yang dikenakan kedua orang korban saat kejahatan terjadi. Tersangka EP dikenakan Pasal 81 Ayat 1 dan 2, serta Pasal 82 Ayat 1.

Kejahatan pencabulan pertama dilakukan tersangka terhadap NH, diungkapkan terjadi Sabtu 07 Maret 2020 di berbagai tempat dalam kawasan Kabupaten Aceh Tengah.

Untuk kejahatan kedua dilakukan tersangka terhadap korban inisial ST, perbuatan pencabulan dan pemerkosaan terjadi di dalam mobil Avanza yang dikemudikan tersangka pada hari Sabtu, tanggal 05 September 2020, sekira pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

Selanjutnya Kasatreskrim pada kesempatan sama, saat berlangsung konferensi pers, juga mengungkap kejahatan tindak pidana pencurian dilakukan oleh AM (15). Seorang tersangka anak di bawah umur asal Gayo Lues yang melakukan kejahatan pencurian 1 unit kendaraan bermotor roda dua milik salah seorang dokter, bertugas di RSU Datu Beru Takengon.

AM diamankan bersama barang bukti berupa 1 (satu) Unit Sepeda Motor Trail / CrossX100 MT 100cc, 1 (satu) Lembar Sertifikat Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) yang dikeluarkan oleh PT. TRIANGLE MOTORINDO Malang sebagai pengganti dari STNK dan BPKB. Serta 1 (satu) buah Kawat dengan panjang kurang lebih 30 Cm, digunakan tersangka sebagai alat untuk merusak kunci Motor Trail.

Tersangka dijerat Pasal 363 Ayat (5), Undang undang RI Nomor 11 Tahun 2012. Berkas perkara tersangka atas Laporan Polisi : Nomor : LP B/  105   / IX / 2020 / SPKT, tanggal  17 September 2020, tentang Tindak Pidana Curanmor sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 363 Ayat (5) KUHPidana Jo UU RI No 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak.

Kronologis terjadi menurut Akp Ahmad Arief Sanjaya, tersangka melakukan tindak pidana Curanmor di depan rumah pelapor, pada hari Kamis tanggal 17 September 2020 sekira pukul 11.00 Wib.

Motif tersangka anak di bawah umur melakukan aksi kejahatan, dipicu rasa ingin memiliki kendaraan tersebut. Saat ini menurut Kasatreskrim tersangka sedang menjalani proses pengawasan dan pendampingan oleh unit PPA di Polres Aceh Tengah.

Sementara disebutkan Kasatreskrim ada dua pelaku tindak pidana pencurian lainya berhasil ditangkap jajaran Reskrim Aceh Tengah. Pidana pencurian dilakukan oleh dua sekawan asal Kecamatan Silih Nara, dengan cara membobol rumah kosong.

Duo maling ini pun harus menetap dan pertanggungjawabkan kejahatanya di Mapolres Aceh Tengah, bersama tersangka turut diamankan 1 unit laptop dan perangkat charger, serta 1 unit alat penyemprot hama bertuliskan ‘Iwan Fals’.

Hadir dalam kegiatan konferensi pers saat itu Kasat Reskrim Aceh Tengah Akp Ahmad Arief Sanjaya,S.H, didampingi Kasat Res Narkoba Akp Suwarno, Kasubag Humas Akp Zein Hamid Hasibuan dan pengawalan keamanan Polres Aceh Tengah. (R)

Don`t copy text!