Terkait 21 Miliar Warga Pertanyakan Kejelasan Kasusnya, Ke Kantor Kejari Aceh Singkil

Foto : Kejari Aceh Singkil M Husaini mempersilahkan berorasi warga Teluk Rumbia dan Rantau Gedang kembali melakukan berunjuk rasa jilid III, di halaman Kantor Kejari Aceh Singkil, Kamis (10/9/2020). (hR/Ambar)

Aceh Singkil – haba RAKYAT |

Warga Teluk Rumbia dan Rantau Gedang kembali melakukan berunjuk rasa jilid III, untuk mempertanyakan kasus hukum Peningkatan Jalan Singkil-Teluk Rumbia senilai 21 Miliar Tahun Anggaran 2018 silam.

Warga yang yang berunjuk rasa Koordinator Aksi, Zulkarnain, mengatakan Bapak Kejari Aceh Singkil mempersilahkan berorasi di halaman Kantornya.

Bapak-bapak saya merasa sedih ketika melihat isi petisi kami, yang mengatakan Kalau Pemda melanjutkan Pembangunan Jalan kami, berarti Pemda menyelamatkan anak-anak kami dalam kandungan,” kata Zulkarnain, Kamis (10/9/2020) Siang.

Sebab kami khawatir ketika ibu-ibu mendadak melahirkan untuk di bawa ke Puskesmas Singkil yang cukup lumayan jauh,, tiba-tiba melahirkan dijalan” sambungnya.

Alhamdulillah kita bersyukur anak dan ibunya selamat, tetapi kalau meninggal siapa yang bertanggung jawab,” tanya Zulkarnain.

Para warga yang berunjuk rasa, sedang makan siang dan istirahat di halaman Kantor Kejari Aceh Singkil setempat

Waktu Zulkarnain menyampaikan isi petisi tersebut, Bapak Kejari Aceh Singkil dan peserta yang ada dihalaman Kantor tampak sedih.

Sementara Kejari Singkil M Husaini, mengatakan, “saya berjanji pak’ saya bertugas sekitar dua bulan lebih di Kejaksaan Negeri Kabupaten Aceh Singkil ini, saya akan menegakkan hukum jangan sanksikan saya“, ujarnya.

Bahkan sebelum Bapak/Ibu datang, saya juga sudah pernah turun langsung melihat kondisi  yang berkaitan dengan kegiatan Jalan Teluk Rumbia“, tutupnya. (Ambar/hR)

Don`t copy text!