Terkait Sengketa Tanah Kapolres Terima Audiensi Perwakilan Masyarakat Desa Kung

Kapolres Aceh Tengah AKBP. Mahmun Hari Sandi Sinurat,S.IK beserta jajaran, saat audiensi dengan sejumlah warga perwakilan dari masyarakat desa Kung yang menyampaikan aspirasinya ke Mapolres, agar masalah sengketa lahan di desa mereka dapat diselesaikan. (dok foto : Ist).

Aceh Tengah, haba RAKYAT |

Masyarakat Kampung Kung Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah, mendatangi Mapolres Aceh Tengah, guna beraudiensi dengan Kapolres terkait kejelasan hukum penyelesaian masalah sengketa lahan di desa setempat dengan berbagai pihak.

Belasan orang laki laki dan perempuan sebagai perwakilan dari masyarakat, disambut dan terlibat diskusi dengan Kapolres Aceh Tengah AKBP. Mahmun Hari Sandi Sinurat,S.IK beserta jajaran, Senin 14/09/2020 sekira pukul 3 sore waktu setempat di ruang aula Rupatama Mapolres.

Dalam diskusi ini diketahui perwakilan masyarakat meminta aparatur hukum, agar lakukan penindakan tegas tindakan penyimpangan berbagai pihak, karena telah perjual belikan tanah dan klaim serta penggarapan lahan sepihak, atas kepemilikan tanah di desa itu. Sementara menurut masyarakat setempat, tanah ini adalah tanah adat milik desa Kung yang diduga telah diperjual belikan oleh mafia tanah.

Permintaan tindakan tegas ini ditujukan agar tidak ada lagi transaksi jual beli atau penggarapan lahan secara ilegal di atas tanah tersebut, mereka pun meminta segera dilakukan pengusiran terhadap para pelaku, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Sementara Kapolres usai lakukan pertemuan dengan perwakilan masyarakat, kepada media menerangkan hasil audiensi saat itu.

“Jadi saat ini perwakilan masyarakat Kampung Kung, sudah datang dan audiensi untuk menyampaikan aspirasinya. Tentunya kita tampung aspirasinya, untuk nanti kita bahas dan penyelesaianya,” terang Kapolres.

Akbp Hari Sandi Sinurat juga menambahkan, dalam polemik ini pihaknya tidak bisa memutuskan tanah yang disengketakan menjadi milik masyarakat di desa setempat.

“Kapolres tentunya tidak bisa memutuskan tanah ini menjadi milik mereka, kemudian meminta untuk pengosongan di sana. Kan bukan ranahnya kita, tapi itu tetap kita tampung untuk nanti kita sampaikan ke Pak Bupati,” ungkap Sandi.

Selain itu ditambahkan Kapolres, tentang adanya tindakan perusakan yang terjadi di atas lahan, dilaporkan oleh yang mengaku sebagai pemilik lahan ke kepolisian, hingga saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Terkait hal itu masih tahap penyelidikan, itu pengaduan jadi kewajiban kita untuk melakukan penyelidikan. Artinya penyelidikan ini belum selesai dan masih berproses,” tegas Kapolres.

Data dihimpun media, polemik sengketa tanah ini sudah berlangsung lama antara berbagai pihak, bermacam upaya telah dilakukan masyarakat setempat, agar persoalan hak kepemilikan yang di klaim tanah adat Kung dapat dikelola masyarakat.

Upaya lewat aksi damai beberapa waktu lalu juga pernah dilakukan masyarakat, melibatkan ratusan orang dari desa Kung ke gedung DPRK Aceh Tengah, Dalam orasinya massa menyampaikan aspirasi, agar dewan DPRK dapat membantu penyelesaian konflik ini. (R)

Don`t copy text!