Lolos Terjaring Razia Operasi Zebra Seulawah – 2020 di Aceh Tengah, Awas.. Bisa bisa Kamu Populer

Seorang ibu di Kabupaten Aceh Tengah, walau menggunakan masker masih terlihat senyum ketika fotonya diabadikan kamera watawan. Ibu ini lolos razia Operasi Zebra Seulawah – 2020 dilaksanakan Polres Aceh Tengah mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2020 yang akan digelar di berbagai lokasi jalan protokol kabupaten. (Foto/hR/Ist).

Aceh Tengah, haba RAKYAT |

Operasi Zebra Seulawah – 2020 Polres Aceh Tengah dilaksanakan sejak Senin 26 Oktober 2020, pada hari kedua razia dilaksanakan jajaran Unit Polantas telah berhasil menjaring 50 pengguna kendaraan bermotor roda dua melanggar aturan tertib lalulintas.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Mahmun Hari Sandi Sinurat.SIK, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, pelanggaran dilakukan pengemudi ranmor didominasi oleh kalangan muda dan pelaku aktifitas ekonomi yang tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan.

“Mereka ini tidak melengkapi kendaraanya dengan dokumen dan melawan arus lalulintas. Karena itu faktor faktor penyebab kecelakaan dalam berlalulintas,” terangnya Selasa 27 Oktober 2020 di lokasi razia jalan lintas dua jalur Bireuen – Takengon.

Dalam sehari kegiatan razia disebutkan Sandi, jajaran unit Polisi Lalulintas dari Polres Aceh Tengah yang terlibat operasi razia sebanyak 50 personil. Sementara giat razia ini dalam pelaksanaanya ditambahkan Kapolres bergerak secara dinamis pada jam tidak ditentukan.

Kegiatan Operasi Zebra kali ini akan ditegaskanya akan berlangsung hingga tanggal 8 November 2020, dalam setiap kali razia berdurasi antara 1,5 hingga 2 jam dilaksanakan.

Namun ada hal menarik dilakukan Polres Aceh Tengah pada razia Operasi Zebra Seulawah 2020 di Kabupaten Aceh Tengah, Kapolres yang terlibat langsung dalam kegiatan razia menerapkan sistem humanis terhadap pengendara patuh aturan.

Jika pengendara motor lolos jaring razia, tanpa pelanggaran yang dibuktikan dengan kelengkapan surat surat kendaraan, serta menggunakan Helm dan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pengendara motor. Maka pihaknya akan mengapresiasi dengan memberikan Masker sebagai safety ditengah pandemi virus Corona.

Bukan Hanya itu, Kapolres Aceh Tengah AKBP Mahmun Hari Sandi Sinurat didampingi Kasatlantas Yofie Artanta akan meminta pengendara untuk swafoto bersama, selanjutnya foto tersebut akan di upload ke Instagram milik Polres Aceh Tengah, sebagai contoh lewat jagad maya terhadap pengendara lainya.

Salah seorang ibu pengendara bermotor yang memiliki kelengkapan kendaraan ketika wawancara dengan wartawan mengatakan, dirinya memang selalu membawa kelengkapan kendaraan, namun dia tak menyangka saat kena razia Kapolres minta foto bersamanya.

“Saya mudah mudahan kalau ada razia selalu jalan terus, malah terkadang gak dipanggil. Kalau kita takut takut kan pasti ada salah, pasti dipanggil. Kesan berharga hari ini saya bisa berfoto bersama bapak ini,” kata si ibu tersenyum menunjuk ke arah Kapolres dan Kasat Lantas.

Pada saat itu ibu ini pun turut memberikan ponselnya kepada personil Polisi, agar kejadian ini bisa diabadikan kamera hape miliknya dan dijadikan kenang kenangan serta diperlihatkan kepada keluarganya.

Si ibu belakangan diketahui bernama Ana berusia 45 tahun, penduduk kawasan kota Takengon ini menyampaikan pesan kepada pengendara kendaraan bermotor lainya, diingatkan Ana agar kelengkapan surat kendaraan dibawa lengkap saat akan bepergian.

Lain halnya dengan respon Tasya, seorang wanita muda berusia 28 tahun yang melintas dari kota Lhokseumawe menuju ke Takengon bersama adiknya. Saat terjaring razia, Tasya diketahui akan berkunjung ke rumah orang tua yang baru pindah ke kawasan kota dingin itu.

“Bagus sih ada razia, agar kita taat peraturan dan perduli sesama pengguna jalan. Saya setiap kali melakukan perjalanan baik ke Banda (Banda Aceh, Red-) setiap kali diberhentikan surat surat kendaraan saya lengkap,” tuturnya. (R)

Don`t copy text!