Wabup Aceh Utara Tinjau Progres Finishing Kantor Bupati di Landing

Insya Allah, Awal Desember 2020 Bisa Ditempati”

Foto : Wabup Aceh Utara, Fauzi Yusuf saat meninjau progres finishing Kantor Bupati dan DPRK Aceh Utara di Landing Kecamatan Lhoksukon, Rabu (21/10/2020). “Insya Allah, bila tidak terkendala awal Desember 2020 sudah bisa ditempati”. (hR/Ist

Aceh Utara – haba RAKYAT |

Wakil Bupati (Wabup) Aceh Utara, Fauzi Yusuf meninjau progres pembangunan tahap akhir (finishing) Kantor Bupati dan Kantor DPRK Aceh Utara di kawasan Landing, Kecamatan Lhoksukon pada Rabu (21/10/2020), yang pengerjaannya sudah mencapai 90 persen.

Dalam peninjauan tersebut, Fauzi Yusuf didampingi Plt. Sekretaris Daerah Aceh Utara, Dr. A.Murtala, M.Si, Asisten I Sekdakab Dayan Albar, S.Sos, MAP, Asisten II Ir. Risawan Bentara, MT, Asisten III Drs. Adamy, M.Pd, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman ,Ir Azmi, MT, serta sejumlah Kepala SKPK terkait.

Menyahuti aspirasi masyarakat yang menginginkan Bupati dan DPRK segera berkantor di Landing, Pemkab Aceh Utara sangat berkomitmen untuk segera memindahkan operasional semua unit perkantoran dari Kota Lhokseumawe ke kawasan Landing Kecamatan Lhoksukon”, kata Wabup.

Pihaknya setiap saat terus memantau progres finishing kantor Bupati dan DPRK yang sudah memasuki tahap akhir, sehingga apa yang diinginkan masyarakat untuk segera ditempati akan segera terwujud.

Kondisinya sudah finishing tahap akhir, ya sekitar 90 persen. Finishingnya fokus di lantai 2 dan lantai 3, mudah-mudahan bisa selesai finishingnya pada pertengahan November, sehingga Kantor Bupati bisa ditempati pada akhir November atau awal Desember nanti,” ujar Fauzi Yusuf.

Menurutnya, penyebab keterlambatan pemindahan operasional Kantor Bupati dan DPRK ke Landing terutama adanya kendala pada ketersediaan anggaran, yang kemudian terjadi pandemi covid-19, di mana dilakukan refocusing anggaran untuk prioritas penanganan wabah yang mengerikan itu.

Sejak tahap awal hingga akhir tahun ini, pembangunan Kantor Bupati dan DPRK Aceh Utara telah menghabiskan anggaran sekitar Rp. 170 miliar”, pungkas Wabup Aceh Utara. (Yoes/hR)

Don`t copy text!