Panen Udang Vaname Di Desa Rheum Timu Kota Juang

Foto : Pemerintahan Gampong Rheum Timu, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, lakukan panen udang Vaname perdana milik BUMDES (Badan Usaha Milik Gampong) setempat, Minggu (22/11/2020). (hR/Umar A Padrah)

Sigli – haba RAKYAT |

Pemerintahan Gampong Rheum Timu, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, melakukan panen perdana udang vaname milik Badan Usaha Milik Gampong Kelompok Budidaya setempat, Minggu (22/11).

Budidaya udang vaname mencapai luas lahan 2600 persegi dengan 12 unit kincir membudidaya udang tersebut. Sebelum Panen udang itu pernah di tinjau oleh Camat Simpang Mamplam Azhari, S.Sos “Udang vaname yang berhasil dipanen sebanyak 7 ton atau 320.000 benur. Ini hasil budidaya warga setempat,” ujar Keuchik Firdaus Salatina.

Panen udang vaname merupakan rangkain dari kegiatan Gelar Teknologi Tepat Guna yang acara puncaknya dihelat, Sabtu (21/11) di kawasan Rheum Timu – Rheum baroh.

Masyarakat Gampong Rheum Timu Sedang Menerima Hasil Panen Udang Vaname Yang Dikelola BUMDES

Firdaus Salatina menjelaskan, bahwa pengelolaan potensi produk unggulan desa seperti udang vaname perlu dilengkapi dengan teknologi yang memadai, sehingga produksi komoditi yang dihasilkan maksimal dan memiliki kualitas baik pula.

Lebih lanjut ia menguraikan, dengan potensi yang ada saat ini maka Kemendes PDTT mendorong pemerintah desa setempat mengarahan Dana Desa (DD) untuk kepentingan pengelolaan pengembangan potensi produk uggulan di kawasan perdesaan.

Bila mana ada desa di sini melihat ada potensi produk pertanian maupun perikanan unggul jangan ragu, gunakan dana desa untuk pembangunan produk kawasan perdesaan,” katanya.

Dorongan itu dilakukan tidak lain untuk kepentingan meningkatkan kejejahteraan masyarakat. Sebab, dana desa yang diturunkan untuk desa memang dipergunakan untuk pembangunan desa secara mendiri melalui intervensi pemerintah pusat sebagai mana nawacita Presiden Joko Widodo dengan dukungan anggaran yang cukup memadai.

Bahkan, kata Firdaus, untuk memaksimalkan itu maka Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) juga terlibat dan ikut serta menggenjot produk unggulan desa.

Bagaimana Bumdes mengelolahnya tentu ada market. Nah, jika itu terpenuhi petani, nelayan maupun pelaku usaha lainnya tidak perlu lagi memikirkan penjualannya karena sudah ada Bumdes yang memfasilitasi. Oleh karenanya, kami berharap melalui Bupati agar Bumdes-Bumdes ini diberdayakan lebih jauh,” jelasnya.

Saat ini desa-desa di semua Kecamatan di Kabupaten Bireuen telah memiliki Bumdes karena Bumdes dibentuk berfungsi sebagai lembaga ekonomi desa untuk mengakomodir hasil produksi masyarakat di desa tersebut.

Kemendes PDTT sangat setuju berkaitan dengan masalah pertanian, perikanan dan sebagainya, sebab kegiatan Kemendes banyak memperhatikan desa-desa di daerah tertinggal termasuk di Kabupaten Bireuen“.

Hal ini arena di Kemendes sendiri semua sektor ada, baik itu pendidikan, kesehatan, pertanian, kelautan dan lain sebagainya,” kata. Firdaus Salatina. (Umar A Pandrah/hR)