PLT Disperindag Kota Langsa Pantau Pedangang Kecil

Foto : PLT. Kadis Koperindag Kota Langsa Syamsul Bahri, S.E Ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/11/2020). (hR/Eko)

Kota Langsa – haba RAKYAT |

Untuk membantu kinerja Pemerintah Kota Langsa Dinas KOPERINDAG Pantau Pedangang Kecil dipajak Langsa, sembari membagikan himbauan secara tertulis kepada masyarakat yang berjualan dipajak dan ditepi jalan depan pajak ikan, agar masyarakat yang Berjualan sepanjang jalan itu dapat tertib dan terlihat lebih tertata rapi, Rabu (18/11).

Program Walikota Langsa Usman Abdullah, S.E melalui Dinas Koperindag Kota Langsa melakukan penertipan pedangang kecil yang berjualan di pinggiran jalan pajak ikan, agar tertata terlihat lebih rapi.

Sehingga masyarakat yang melintas mau berbelanja kepajak tidak terganggu (Macet) Kadis KOPERINDAG (PLT) Syamsul Bahri, S.E ketika ditemui media ini di Ruang Kerjanya.

Syamsul Bahri mengatakan, “Saya mengunjunggi pedangang kelontong pajak ikan dan pajak sayur bersama Kawan-kawan dari Dinaskoperindag untuk menghimbau dan berharap kepada pedangang kecil yang sudah memiliki masing-masing lapak berjualan, supaya dapat menempati lapaknya, agar tidak ada lagi yang berjualan pada sembarangan tempat”.

Ia menambahkan, “Karena sangatlah terganggu bagi pedangang yang berjualan didalam Toko, imbuhnya.

Mengadapi Pandemi Covid-19 Setiap Pedangang  Mengunakan Masker, Cuci Tangan dan Menjaga Jarak Sesama Pedagang Yang Lainnya (Physical Distancing), Demi Menjaga Kesehatan Kita Besama”. 

Pemerintah Kota Langsa sudah berulang kali memberikan peringatan (Warning) kepada masyarakat supaya  tidak berjualan di tepi jalan atau diatas Trotower jalan.  

Sambungnya, karena kita masih mengadapi Pandemi Covid-19. “Saya berharap agar setiap Pedangang dapat mengunakan masker, cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak sesama pedagang usaha yang lainnya (Physical distancing), demi menjaga kesehatan kita Besama”. 

Lebih lanjut dikatakan Kadisporindag (PLT) Syamsul Bahri, S.E, “Bagi Pedangang yang belum pernah mendapatkan bantuan apapun di gampongnya, supaya dapat mendaftarkan dirinya sebagai peserta Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) pada Dinaskoperindag Kota Langsa”, ujarnya.

Untuk membantu menambah modal usaha kecil khususnya bagi masyarakat yang berdomisili di Kota Langsa. Sementara masyarakat yang sudah mendaftar  sebanyak 17.178 orang, kondisi ini kemungkinan Bisa bertambah.

Sementara “Penerimaan pendaftaran permohonan UMKM akan berakhir pada tanggal 20 November 2020”, ucap Syamsul.

Tambah Syamsul, “Bagi Masyarakat yang berjualan di pajak supaya tidak menaikan harga barang sesuka hati.  Karena semuanya sudah ada aturan dan ketentuannya. Kami dari Dinaskoperindag Kota Langsa akan terus mengawasinya. Jika pedangang tidak mematuhi himbauan yang sudah kami bagikan, kami tidak sengan-sengan akan memberikan sanksi bagi pedangang Nakal”, tutup Syamsul. (Eko/hR)

Don`t copy text!