Puluhan Ormas Dan Dayah “Gelar Aksi Bela Rasulullah SAW”, Serukan Boikot Produk Perancis

Foto : Tgk. Zulfadli Ismail saat berorasi dalam aksi damai bela Rasulullah SAW dan boikot produk Perancis, Jum’at (6/11/2020) di Lhoksukon Aceh Utara. (hR/Yoes

Aceh Utara – haba RAKYAT |

Pernyataan Presiden Perancis, Emmanuel Macron menuai sorotan dan gejolak, karena dinilai menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW menimbulkan kecaman sejumlah pihak, bahkan muncul seruan untuk memboikot berbagai produk Perancis.

Hal ini terlihat juga di Aceh Utara dengan puluhan ormas dan dayah turun ke jalan menggelar aksi damai bela Rasulullah SAW dan boikot produk Prerancis, Jum’at (6/11) di jalan negara, depan Masjid Agung Baturrahim Lhoksukon.

Massa yang menggunakan becak dan sepeda motor, saat dalam perjalanan menuju lokasi digelarnya aksi damai

Amatan Media haba RAKYAT Online.Com, massa yang lebih dari 32 Ormas dan sejumlah Dayah di Aceh Utara, sebelumnya berkumpul di Simpang Landing Kecamatan Lhoksukon, kemudian bergerak dengan menggunakan trailer yang dijadikan sebagai panggung, sejumlah mobil pribadi dan pikc-up, becak, serta sepeda motor menuju pusat kota Lhoksukon, yang dikawal mobil potroli Satlantas Polres Aceh Utara.

Terlihat juga hampir ratusan Sat Sabhara Polres Aceh Utara siaga di lokasi, termasuk TNI dan Satpol PP turut memberi pengamanan dan pelayanan dalam aksi damai ini, agar berjalan tertib dan lancar.

Kasat Sabhara Polres Aceh Utara, Iptu Sudirman sedang memberikan arahan kepada puluhan personel di halaman Mapolsek Lhoksukon, untuk siaga pengamanan dan pelayanan massa menjelang digelarnya aksi damai

Sementara itu, sejumlah anggota Satlantas Polres Aceh Utara mengatur arus lalu lintas untuk menghindari macet. Usai pelaksanaan shalat ashar berjamaah, aksi damai bela Rasul dimulai dengan diawali lantunan Ayat-ayat Suci Al-Qur’an oleh Tgk. Hafiz Al-Mansuri.

Koodinator lapangan aksi damai, Tgk. Zufadli Ismail dalam orasinya menyampaikan tuntutan aksi bela Rasulullah SAW, terkait pernyataan Presiden Perancis, Emmanuel Macron. Bahkan menyerukan untuk memboikot berbagai produk Perancis.

Tgk. Zulfadli Ismail, yang juga Ketua Nahdlatul Ulama Aceh Utara menyebutkan, ada 5 (lima) tuntuan aksi bela Rasulullah SAW, diantaranya yaitu ;

Pertama : Meminta kepada Pemerintah Pusat, agar menghentikan hubungan bilateral dengan Negara Perancis.

Kedua : Meminta kepada Pemerintah, untuk menghentikan impor semua barang produksi Perancis.

Ketiga : Kepada pengusaha, agar tidak lagi membeli barang-barang buatan Perancis.

Keempat : Masyarakat diminta secara sadar, agar tidak membeli produk Perancis.

Kelima : Meminta kepada Pemerintah dan pelaku ekonomi di Aceh, agar mendukung sepenuhnya penguatan ekonomi mikro, sehingga minimal tidak selamanya tergantung pada produk luar Aceh.

Massa dari sejumlah ormas dan dayah di Aceh Utara, saat menuju ke lokasi aksi digelar

Jangan hanya pernyataan saja, akan tetapi kalau kita memboikot, memiliki dampak perekonomian dan akan berdampak pada Negara Perancis”, ucap Waled Landing sapaan akrab Tgk. Zulfadli, seraya bertakbir dan disahuti massa.

Satu persatu secara bergantian orasi dilakukan, baik dari Pimpinan Ormas Aceh Utara, Waled H. Sirajuddin, Pengurus BKPRMI Aceh Utara, Ustaz Shaifuddin Fuady, Ketua Gemantara Iskandar, S.Com, M.S.M, Ketua IPSM Aceh Utara, Mukhtaruddin, S.Pd, dan mewakili Pimpinan Dayah Tgk. Mawardi serta Azhar Gram.

Aksi gabungan ormas dan dayah ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Covid-19) berlangsung tertib dan aman, berakhir pada pukul 17.30 Wib yang ditutup dengan orasi dan do’a, oleh Tgk. Abdul Hamid dari FPI Aceh Utara. (Yoes/hR)

Don`t copy text!