Sejarah Hari Guru Nasional

Oleh : 

H. Muhammad Yusuf, S.Pd.I (Kepala MIN 30 Aceh Utara)

Hari Guru Nasional (HGN) berkaitan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang diawali dengan terbentuknya Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada Tahun 1912.

PGHB dibentuk untuk memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki latar pendidikan yang berbeda-beda. PGHB menjadi jalan berkembangnya orgsnisasi guru di Indonesia.

Seiring dengan perkembangan organisasi guru, maka muncullah organisasi-organisasi guru lainnya. Pada Tahun 1932, PGHB berganti nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) yang mencerminkan semangat kemerdekaan.

Ketika Indonesia diduduki Jepang, segala bentuk organisasi dilarang, sekolah ditutup, dan PGI pun tidak dapat beraktivitas seperti semula.

Namun, situasi berubah saat Indonesia berhasil menyatakan kemerdekaannya pada Tanggal 17 Agustus 1945. Setelah kemerdekaan, para tenaga pendidik Indonesia melahirkan Kongres Guru Indonesia, tepatnya pada Tanggal 24 – 25 November 1945 di Surakarta.

Kongres tersebut didatangi oleh para guru dan pegawai pendidikan hingga terbentuklah PGRI. Akhirnya, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan hari lahir PGRI yaitu Tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional (HGN) yang diperingati setiap tahun. (***)