Sejumlah Desa Di Agara Diterjang Banjir

Foto : Pendakalan anak sungai kecil arah Lawe Harum, Lawe Uning, Lawe Buluh Seme, Desa Embak Bahu diterjang banjir, Minggu (15/11/2020). (hR/Sadikin)

Aceh Tenggara – haba RAKYAT |

Arus anak sungai arah Lawe Harum, Lawe Uning, Lawe Buluh Seme, Desa Embak Bahu diterjang banjir. Sejumlah rumah di hilir sungai setempat ikut disapu banjir. Adapun desa yang ikut diterjang banjir yaitu Desa Jati Jeroh.

Embak Bahu, Kecamatan Deleng Perkison, Aceh Tenggara, terkena imbas banjir, termasuk Desa Lawe Sagu Hulu, Kandang Blang Mandiri, Kabupaten Aceh Tenggara pada Sabtu (14/11), sekitar pukul 22.35 Wib.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara, M. Hasbi, S.T, M.M, ketika di konfirmasi sejumlah wartawan, membenarkan atas kejadian banjir tersebut, paparnya.

Musibah banjir ini mengakibatkan genangan air berkisar satu meter di Desa Lawe Sagu Hulu, Kandang, dan Blang Mandiri, dan menghayutkan rumah di Desa Embak Bahu Jati Jeroh, Kecamatan Deleng Perkison Aceh Tenggara (Agara).

Akibat tingginya curahan hujan, arus air membawa gelodongan kayu, sehingga dua jembatan tersumbat yaitu, jembatan Lawe Sagu Hulu, dan jembatan Embak Bahu Jati Jeroh mengarah arus air ke Lawe Kisam, dan menyatu ke arah dari Lawe Harum, ke Lawe Buluh Seme.

Musibah banjir ini mengakibatkan badan dinding beton air di Desa Jati Jeroh Embak naik sampai ke bahu bangunan, sehingga mengakibatkan air tumpah keatas, serta menyumbat jembatan yang mengarah ke sungai Lawe Kisam, dan sasarannya kerumah warga setempat.

Informasi banjir tersebut, wartawan Media haba RAKYAT langsung terjun ke lokasi kejadian, Minggu (15/11), terlihat baik di Desa Lawe Sagu Hulu Kandangdiri, benar adanya, akibat banjir tersebut ada pendangkalan arus sungai serta penyumbatan jembatan di lokasi.

Sementara itu, Kepala Desa Jati Jeroh Kecamatan Deleng Pekison Aceh Tenggara Rahiman, beserta sejumlah tokoh dan mukim setempat Seluk Pesimbe, Taman, dan Sabirin mantan Kades Gusung Batu membantah keras, kalau air itu bukanlah dari arah perkebunan jambur, ujarnya.

Dalam musibah tersebut tim BPBD Agara tampak serius bekerja atas pendangkalan anak sungai kecil tersebut dari bebatuan kerikil dan kayu gondongan. Sementara besarnya kerugian akibat musibah banjir ini belum diketahui. (Sadikin/hR).