Musibah Banjir Sejumlah Tambak Rusak Parah, Pengusaha Tambak Rugi

Foto : Puluhan hektar tambak rusak parah, petani tambak mengalami kerugian ratusan juta rupiah, Minggu (06/12/2020). (hR/J.Miswar Isa)

Aceh Timur – haba RAKYAT |

Sejumlah Petani tambak mengalami kerugian besar, akibat tambak mereka rusak parah, terutama warga desa Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (06/12).

Kejadian ini berawal dikarenakan guyuran hujan lebat yang mulai pagi hari sampai semalaman penuh dan sempat beberapa hari/malam.

Malah ditambah lagi dengan pasang besar air laut,telah mengakibatkan sejumlah jalan di Gampong Matang Peulawi Kecamatan Peureulak terendam banjir”.

Hal tersebut hanya sedikit gambaran kecil dari musibah banjir, akan tetapi yang lebih patal lagi, puluhan hektar tambak tenggelam dan pematangannya hancur, mengakibatkan usaha ikan bandeng dan udang masyarakat lepas dan mati, Geuchik Barmawi sebagai kepala desa Gampong Matang Peulawi menyebutkan, akibat musibah tersebut jumlah kerugian masyarakat diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya.

Selain korban kehancuran tambak, “berupa ikan dan udang yang mati juga tak kalah pentingnya menurut hasil catatan,” ungkap Geuchik.

Oleh karenanya didepan awak Media Geuchik mengucapkan terima kasih banyak kepada Dinas Perikanan Aceh Timur yang sudah mengirim tim lansung kelapangan untuk memantau kondisi terkini.

Selanjutnya bermohon, “semoga kedepan dapat membantu meringankan beban kerugian masyarakat agar roda perekonomiannya tetap berjalan,” pinta Geuchik.

Kepala Dinas Perikanan Kebupaten Aceh Timur Ir. Syahwaluddin, saat di konfirmasi melalui telepon, pihaknya menyatakan tim sudah diturunkan ke lokasi untuk meninjau lansung, kepada Geuchik Gampong di minta untuk dapat mengirimkan data tambak masyarakat yang terdampak akibat musibah yang sedang terjadi.

Dikatakannya, “kami akan mengupayakan agar bisa membantu meringankan beban kerugian masyarakat tambak serta kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak berputus asa dan tetap berusaha membenahi segala sesuatunya agar kondisi ekonomi masyarakat masih berjalan, meskipun terjadi sedikit perubahan,” tutup Kepala Dinas Perikanan. (Jim/hR)