Cristina Br. Sihombing: “Islam Menjadikan Kedamaian Dalam Hidupku”

Photo; Cristina Br. Sihombing (22) usai memeluk Islam, resmi bernama Aisyah Sihombing. Minggu (14/2/photo/Yoes)

Aceh Utara – haba RAKYAT |

Seorang wanita beragama Kristen asal Sidikalang Sumatera Utara, Cristina Br. Sihombing (22) bersyahadat untuk memeluk Islam. Pengucapan dua kalimah syahadat yang dipandu oleh pimpinan Dayah Darul Athfal, Lhok Iboh Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara, Tgk. Bustamam, S.Pd.I berlangsung di Dayah setempat. Minggu (14/2/2021) malam.

Usai pensyadatan, di hadapan tokoh agama dan disaksikan jama’ah yang hadir, Cristina Br. Sihombing resmi berganti nama menjadi Aisyah Sihombing.

“Saya memilih Islam tidak ada pemaksaan dan tekanan dari pihak manapun dan siapapun juga, akan tetapi atas kemauan saya sendiri”, ujarnya.

Aisyah Sihombing kepada wartawan media haba RAKYAT menuturkan, bahwa keinginan dirinya untuk memeluk Islam telah lama terpendam, namun tidak tahu kemana harus mengadu. Kini keinginan tersebut sudah terwujud, katanya.

Ia juga menyebutkan, ayahnya telah meninggal dunia, sedangkan ibunya masih hidup dan menetap di kampung halaman serta mempunyai tiga saudara kandung. Namun Ibu dan saudara kandungnya hingga kini masih beragama Kristen.

“Hubungan saya dengan ibu kurang harmonis, tetapi saya ingin setelah mama tahu saya menjadi muslimah, mama saya bisa berubah dan dapat menjadi seorang muslimah seperti saya”, ucap Aisyah Sihombing gadis kelahiran 1993 ini.

Aisyah yang sudah menamatkan pendidikan di SMK Medan Timur ini juga mengisahkan, sejak di SMK banyak juga berteman dengan orang muslim dan sering melihat mereka pergi ke mesjid menunaikan ibadah shalat. Sementara dirinya ketika itu hanya duduk-duduk saja di pinggiran masjid, menunggu temannya yang sedang shalat.

“Ingin rasanya saya memeluk Islam dan menjadi seorang muallaf. Islam akan memberikan pencerahan dan kedamaian dalam kehidupan saya ini”, akunya

Aisyah menjelaskan, bahwa ada kerabatnya di Aceh (Lhok Iboh, Sampoyniet Aceh Utara), maka berangkatlah bersama kerabatnya yang dari Medan ke Aceh. Kehadiran mereka ternyata diterima dan disambut baik oleh W. Nainggolan dan isterinya, Ummiyah.

Ketika kerabatnya kembali ke Medan, dirinya memilih untuk menetap di rumah W. Nainggolan serta mengungkapkan isi hatinya untuk menjadi seorang muallaf atau muslimah yang seutuhnya. Dan hal ini mendapat dukungan penuh dari keluarga W. Nainggolan, terangnya.

Pilihan memeluk agama Islam adalah jalan hidup terbaik bagi saya dan saya akan terus berusaha untuk belajar sehingga menjadi muslimah yang baik. Kiranya, saya dapat diterima oleh bapak/ibu dan teman-teman di sini sebagai bagian dari keluarga serta membantu, membimbing dan mau mengajari saya dalam bidang agama Islam”, harap perempuan asal Sumut ini. (Yoes/hR)