Pidie Bersiap Vaksinasi, Kasus Terpapar Covid Terus Berkurang

Sigli, haba RAKYAT |

Kasus terpapar Covid-19 di Pidie,Provinsi Aceh,dalam sepekan ini mulai melambat dibanding sebelumnya.Gejala positif ini tidak lepas dari berbagai upaya Pemkab. Pidie melalui Satgas Covid-19 melakukan pencegahan guna memutuskan mata rantai penyebaran Covid tersebut.

Dari data yang dirilis Satgas Covid -19 Pidie pada 2 Februari 2021 menyebutkan, kasus positif Covid -19 di Pidie berjumlah 428 orang, kasus suspek 646 orang, kasus Kontak Erat (KE) 751 orang dan kasus meninggal akibat virus ini sebanyak 50 orang.

Sedangkan pada minggu lalu,kasus positif berjumlah 424 orang,kasus suspek 623 orang, KE 751 orang, dan kasus meninggal akibat terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) mencapai 50 orang.

“Bila dilihat dari data, maka perkembangan kasus terpapar Covid-19 di Pidie dalam sepekan ini mulai melambat, tetapi perlu diingat bukan berarti virus ini hilang begitu saja,sehingga kita tidak boleh lengah“, sebut Jubir Satgas Covid -19 Pidie Ir.H. M.Hasan Yahya,MM, Selasa (02/02/2021).

“Upaya-upaya terus dilakukan pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran virus mematikan ini, termasuk pemberian Vaksin kepada masyarakat agar tubuh menjadi kebal terhadap virus tersebut,juga akan lebih efektif mengatasi penularannya”, terang Hasan Yahya.

Hasan Yahya juga menyampaikan, rencananya mulai 15 Februari 2021 nanti akan dilakukan Vaksinasi kepada 6.463 tenaga kesehatan, bagian dari 254.016 orang yang akan di vaksin di Pidie, selanjutnya kepada Tenaga Pelayan Publik,TNI dan Polri, kemudian masyarakat usia 18-30 tahun, usia 31-45 tahun dan kepada masyarakat usia 46-59 tahun.

Dikatakan juga, tenaga kesehatan merupakan kelompok prioritas pertama yang nantinya menerima vaksin dari Tim Pelaksana yang menangani vaksinasi.Sedangkan vaksin untuk tahap pertama sudah diterima dari Provinsi pada Senin 01/02 kemarin,sebanyak 6.137 pcs Vaksin Sinovac.

“Unsur Forkopimda adalah yang pertama menerima vaksin nantinya, mereka sudah menyatakan siap untuk di vaksin saat rakor tentang vaksin di Pendopo Bupati, awal januari lalu.Ini suatu hal positif, pernyataan mereka bisa menambah keyakinan masyarakat untuk ikut serta melakukan vaksin”, terangnya.

Pada kesempatan tersebut Hasan Yahya juga mengajak masyarakat untuk melindungi diri dan keluarga dari covid, sehingga terwujudnya masyarakat yang sehat dan produktif dengan melakukan vaksin.

“Pemerintah menjamin Vaksin Sinovac yang digunakan sesuai standar keamanan dan uji klinik yang kerat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Serta fatwa suci dan halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga tidak ada yang perlu diragukan”, kata Jubir.

Dijelaskan juga, usia yang akan diberikan vaksin antara 18 sampai 59 tahun, juga ada 16 kriteria orang yang tidak boleh di vaksin, antaranya pernah terkonfirmasi Covid-19, ibu hamil atau sedang menyusui, mengalami ISPA seperti sesak napas dalam 7 hari terakhir, penderita penyakit jantung akut,Diabetes,HIV, serta penyakit paru/TBC.

Terakhir Hasan Yahya mengingatkan masyarakat, setelah vaksinasi tetap mengikuti prokes dengan selalu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun,menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

“Hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan informasi lainnya mengenai Vaksinasi Covid -19, tutup Hasan Yahya. (AA/hR)