Satu Rumah Warga Miskin Ambruk di Baktya, Mohon Perhatian Pemerintah Gampong

Photo: Nurhayati bersama dua cucunya dan Tuhapeut berphoto bersama di depan puing puing rumahnya di Dusun Barat Gampong Kruenglingka Timu, Kecamatan Baktya Aceh Utara. Kamis (4/2/photo/dok/hR)

Aceh Utara, haba RAKYAT |

Satu rumah warga miskin berkonstruksi kayu dan beratapkan daun rumbia ambruk. Rumah tersebut miliknya Nurhayati (55 tahun) warga Dusun Barat, Gampong Krueng Lingka Timu, Kecamatan Baktya Kabupaten Aceh Utara.

Muhammad Khalid alias Ady anggota Tuhapeut Gampong Kruenglingka Timu saat dihubungi media ini membenarkan ambruknya rumah tersebut. Menurutnya rumah tersebut sudah tak layak huni, karena kayu tiang dan dindingnya dari tepas bambu sudah lapuk serta atapnya juga sudah lama bocor.

“Sebenar rumah ibu Nurhayati sudah lama rusak dan tak layak huni, tapi beliau taat beribadah dan ikut pengajian. Namun apa boleh buat, ia merupakan seorang janda miskin, kasihan sekali bang “, ujar Ady. Kamis (4/2/2021).

Hal senada juga disampaikan anggota Tuhapeut lain nya. Saifuddin:
“Di dalam rumah buk Nurhayati, tinggal dua orang anak kecil dan menantu ibu Nurhayati bernama Timeran istri dari Tamlaul Hayyi yang juga anggota Tuhapeut Kruenglingka Timu, tapi mereka ini tergolong dari keluarga kurang mampu,” kata Saifudin turut dibenarkan Marzuki warga setempat.

Tamlaul Hayyi saat ditemui media ini juga mengaku bahwa dirinya benar sebagai anggota Tuha Peut (TPG), namun sepertinya ia enggan dan malu memberitahukannya.

“Sebenarnya rumah itu milik ibu saya bang, saya belum punya rumah dan selama ini saya bersama istri dan anak anak tinggal dirumah ibu. Tapi rumah ibu juga sudah lama rusak. Tiang tiang dan dindingnya sudah lapuk termakan usia begitu juga atapnya sudah pada bocor, dan masalah ini sudah pernah saya beritahukan keuchik tapi tidak ada respon,” kata Tamlaul.

Rumah ibu saya ukuran 6×7, sudah seminggu lalu ambruk. Hinga ibu dan istri serta anak anak saya terpaksa numpang nginap dirumah tetangga. Karena hanya dapur yang tersisa. Sedangkan rumah depan hanya tersisa puing puing saja. Sedangkan saya memilik 2 orang anak kecil bernama yang masih berumur 1,5 tahun dan juga Haikal (3 thn) putra pertama,” ungkap Tamlaul Hayyi dengan nada sedih.

Seorang anggota Tuhapeut setempat juga menyebutkan, selain rumah Nurhayati, masih ada lagi rumah warga miskin lain nya tidak layak huni dan belum pernah direhap digampong tersebut, walaupun warga mengetahui ada Dana Desa.

“Keuchik terkesan sangat tertutup dalam mengelola Dana Desa. Saat kami pertayakan sepertinya tak mau peduli. Padahal kami anggota Tuhapeut wajib mengetahui kemana saja dana desa di kucurkan. Karena tupoksi Tuhapeut bidang pengawasan dan perencanaan, tapi didalam rapat kami tidak dilibatkan,” urainya dan meminta media ini tak menulis namanya.

Sementara itu. Keuchik Gampong Kruenglingka Timu Sulaiman saat dihubungi melalui hanphond selulalarnya, terkesan berkilah seakan belum mengetahui tentang ambruknya satu rumah warganya tersebut.

“O Itu rumah kakak saya, sebenarnya rumah itu bukan roboh, tapi dibongkar. Kalau memang benar rumsh akan kita buat tahun 2021, anaknya bernama Tamlaul Hayyi, tanyakan saja ke Tuhapeut. Untuk rehap rumah warga miskin belum saya dianggarkan. Tapi ada 6 rumah warga yang sudah saya bangun dari titik nol,” ujar Sulaiman.

Ia juga menjelaskan bahwa, Dana Desa Kruenglingka Timu Tahun 2020 sudah tidak ada lagi. “Saya sudah menyalurkan BLT 6 bulan. Dan dana juga sudah saya plot Rp 50 juta untuk membangun meunasah dan pagar meunasah juga sudah saya buat, selain itu juga untuk pengerasan jalan. Bapak tidak usah dengar yang bukan bukan, ini saya mau ke cot girek,” tutupnya. (Tim/hR)