Banda Aceh – haba RAKYAT |

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Aceh akan melaksanakan pelatihan video jurnalistik untuk para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Banda Aceh pada 23 April mendatang. Kegiatan itu akan berlangsung di Sekretariat IJTI selama tiga hari dengan menghadirkan sebanyak 15 para siswa.

Dikatakan, pelaksanaan kegiatan bertajuk “Mengasah Kreatifitas Siswa Dalam Pelatihan Dasar Praktik Video Jurnalistik” ini di dukung pula oleh puluhan awak media cetak, online, radio dan televisi.

Adapun kegiatan tersebut merupakan inisiatif IJTI Pengda Aceh untuk mengajarkan para siswa agar mengerti tentang dasar-dasar jurnalisti video. Karena Informasi merupakan “Komoditi Primer” yang dibutuhkan semua orang, seiring dengan semakin canggihnya teknologi komunikasi, sehingga lazim disebut, peradaban masa sekarang ini merupakan peradaban masyarakat informasi.

Bahkan informasi bukan hanya sekedar kebutuhan, melainkan juga dapat menjadi sumber kekuasaan. Teknologi informasi dapat menjadi alat kendali. Dan memang telah menjadi pendapat umum. “Siapa yang menguasai informasi dialah penguasa masa Depan”.

Praktik jurnalistik era teknologi informasi digital yang terus berkembang, kini menjadi kebutuhan umat manusia untuk mendapatkan informasi dan menyebar luaskan informasi melalui media arus utama dan media sosial. Dengan mengikuti pelatihan ini, para siswa bisa dapat menyaring informasi yang tersebar luas dengan cepat dan vulgar di tengah masyarakat kita, baik itu infomasi hoaks yang belum sahih kebenarannya atau informasi yang sudah sahih.

Mengingat begitu pentingnya informasi, maka peran jurnalis pun menjadi penting. Merekalah yang ‘memburu’ berita, meliput berbagai peristiwa dan mengabadikan video untuk di konsumsi khalayak. Keterampilan video jurnalistik pun pada akhirnya menjadi hasrat bagi banyak orang.

Dalam konteks dunia pelajar, khususnya dikalangan siswa, kemampuan berkarya merupakan ‘fardlu aen’ guna mencari identitas dirinya demi membangun peradaban dimasa mendatang. Dengan adanya pelatihan ini membuat siswa mengenal dunia jurnalistik dan mampu memproduksi karya video terbaik. (rils)