Kader Pustu Sebagai Benteng Kesehatan Masyarakat Lansia Alue Dua

Langsa, haba RAKYAT |

(Sumber artikel dikirimkan oleh Mahasiswa IAIN Langsa)

Usia lanjut (lansia) adalah periode penutupan dalam rentan hidup seseorang. Masa ini dimulai dari umur 60 tahun sampai seterusnya yang ditandai dengan adanya perubahan yang bersifat fisik dan psikologis yang semakin menurun. 

Proses menua (lansia) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain.

Dimana pada masa ini seseorang mengalami kemunduran fisik, mental dan sosial sedikit demi sedikit sehingga tidak dapat melakukan tugas nya sehari-hari lagi. Lansia banyak menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintegrasi.

Maka pemerintah melakukan program pemberdayaan lansia melalui pemerintah desa dan kader-kader pustu (puskesmas pembantu). Seperti salah satunya yang ada di desa alur dua yang mempunyai program pos lansia yang dilakukan dengan rutin yaitu satu kali dalam satu bulan. 

Adapun pos lansia tersebut dilakukan oleh kader-kader yang ada di Gampong Alue Dua, dengan melakukan berbagai pengecekan contohnya seperti pengecekan kadar gula, pengecekan darah, pengecekan asam urat, tinggi badan, berat badan, pengecekan lemak perut serta lingkar perut dengan menggunakan alat-alat yang cukup memadai. 

Dalam melaksanakan program pemberdayaan usia lanjut (lansia) yang di laksanakan satu bulan sekali secara rutin pemerintahan desa mendanainya dengan sumber pendapatan ADD dikerenakan lansia sangat membutuhkan pemberdayaan, dan jumlah lansia yang ada di Gampong Alur Dua pun terbilang sedikit banyak karena di Gampong Alur Dua terdapat tiga dusun yang terdiri dari Dusun Damai Indah, Muliya Indah dan Teladan Indah. 

Oleh karena itu jumlah lanjut usia (lansia) dimasing- masing dusun berbeda- beda. Terdapat 51 orang lansia di Dusun Damai Indah, 54 orang lansia di Dusun Muliya Indah, dan 40 orang lansia di Dusun Teladan Indah. Sehingga jumlah keseluruhan lansia di Gampong Alue Dua ialah sebanyak 145 lansia.

Adapun upaya yang dilakukan oleh kader-kader pustu untuk mempertahankan kegiatan mereka dalam menggerakan kesehatan di masyarakat  di era pandemic covid-19 ialah dengan tetap mengikuti peraturan pemerintah yang ada yakni dengan cara menerapkan protocol kesehatan (memakai masker, mencuci tangan menggunakan handsanitizer dan menjaga jarak).

Rutinitas kegiatan yang dilakukan oleh kader-kader pustu tersebut sebenarnya tak hanya menjadi benteng pertahanan kesehatan bagi para lansia saja tetapi juga bagi para ibu hamil, remaja, anak-anak, dan juga balita terutama pada masa pandemic ini. 

Namun, karena aktivitas lansia lebih banyak diluar tanpa penjagaan yang ketat perihal kesehatan sehingga akan rentan terpapar virus corona maka tentunya di usia lanjutnya para lansia akan lebih rentan terkena covid-19 dikarenakan kondisi pertahanan fisik dan psikologis lansia yang mengalami penurunan. Berbeda dengan ibu hamil, remaja, anak-anak dan juga balita.

Peran kader-kader postu di Desa Alue Dua ini sangat penting dalam pelaksanakan program pemberdayaan lansia. Hal ini disebabkan karena kekuatan tubuh yang ada pada lansia yang semakin menurun dan melemah sehingga perlu diterapkannya program pemberdayaan terhadap lansia dengan melaksanakan pos lansia secara rutin yang sesuai kondisi dan kebutuhan lansia agar lansia tetap selalu sehat tanpa terpapar covid-19.

Kegiatan ini tentunya sangat berguna bagi masyarakat Gampong Alue Dua yang mayoritas lanjut usianya masih tergolong banyak dengan jumlah 145 orang lansia. Namun, kegiatan tersebut juga memiliki dampak pengurangan jumlah lansia yang datang dalam mengikuti program kesehatan. 

“ Awalnya kegiatan kan dilakukan di kantor Guchik kampung, tapi karena lokasinya sudah berpindah jadi jarak dari rumah saya kesinipun jadi semakin jauh jadi susah mau kesini” Ujar salah seorang warga Desa Alue Dua.

Berbeda dari sebelumnya karena terkendala akan lokasi atau tempat yang awalnya dilakukan di kantor Geuchik kampung dekat dengan lokasi rumah sebagian besar lansia, banyak lansia yang datang mengikuti kegiatan pos lansia tersebut. 

Tetapi karena adanya bentrokan kegiatan sehingga dibangun puskesmas khusus dan kegiatan pun berpindah ke tempat puskesmas yang baru dibangun tersebut menyebabkan jauhnya jarak yang akan ditempuh dari rumah ke lokasi kegiatan sehingga banyak lansia yang tidak datang untuk ikut kegiatan program kesehatan bagi para lanjut usia (Lansia) di Desa Alue Dua.

Kurangnya minat dari para lansia dalam mengikuti kegiatan dikarenakan jauhnya jarak tempuh tidak menjadi alasan bagi para kader pustu untuk tidak menjalankan kegiatannya. Justru para kader-kader pustu semakin giat dan tidak gentar semangat untuk terus berupaya semaksimal mungkin dalam mengajak masyarakat untuk  hidup sehat sekaligus memutus rantai sumber kultur paparan covid-19 yang sedang melanda.

“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk terus mengajak, menggerakkan, dan menyomi masyarakat dalam segi kesehatan walaupun masyarakat tidak datang mengecek tetapi kami tetap datang untuk mereka” ujar Ibu Halimah salah seorang anggota kader pustu.

Pernyataan Ibu Halimah tersebut menjadi pesan tersirat, momok terhangat sekaligus sebagai perwakilan dari para kader-kader pustu yang berkerja sama dengan perangkat Desa bahwasannya apapun yang terjadi mereka tetap ada untuk masyarakat demi kemaslahataan bersama dalam mempertahankan kesehatan masyarakat sekaligus memutus rantai dari wabah covid-19 yang ada di Gampong Alue Dua.

Penulis:

  1. Dita Erlita Mahasiswa IAIN Langsa, Fakultas Syariah, Prodi Hukum Ekonomi Syariah
  2. Raja Marwazi Mahasiswa IAIN Langs, Fakultas Syariah, Prodi Hukum Tata Negara
  3. Yulinda Hasanah Mahaiswa IAIN Langsa, Fakultas FTIK, Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini