Photo : Ti Ainsyah Kepala Desa Suka Damai Kecamatan Pante Bidari Aceh Timur ketika mempelihatkan surat keterangan pemilik lahan warga Desa Suka Damai. (photo/dok/hR)

Pante Bidari – Aceh Timur |

Sejumlah warga Desa Suka Damai Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur meminta Pemerintah daerah setempat untuk membantu pembuatan sertifikat tanah warga korban konflik. Hal tersebut disampaikan Kepala Desa (Keuchik Gampong) Suka Damai Ti Ainsyah saat ditemui media ini. Rabu 14 April 2021 di sebuah Caffe di Lhoknibong Pante Bidari.

Ti Ainsyah mengatakan ada beberapa warga Suka Damai yang hilang surat tanahnya atau terbakar pasca konflik melanda provinsi Aceh pada Tahun 2000 silam. Agar tidak terjadi saling klaim atas kepemilikan lahan atau tanah, Maka masyarakat Suka Damai melaporkan hal tersebut kepada dirinya selaku pemerintah Gampong Suka Damai.

“Saya jadi kepala desa Suka Damai pada Tahun 2015, sebelumnya saya hanya sebagai warga biasa. Ada beberapa warga Suka Damai yang mengungsi secara tiba tiba ketempat yang lebih aman saat terjadi konflik Aceh pada 2000/2001. Kemudian pada Tahun 2008 mereka kembali lagi ke Suka Damai, saat itulah mereka melihat rumahnya telah terbakar dan juga rusak, sehinga surat tanah juga turut hilang,” kata Ti Aisyah seperti yang dilaporkan warganya.

Oleh karena nya. Ti Aisyah mengharapkan pemerintah Aceh Timur melalui dinas terkait untuk mempermudah pembuatan sertifikat tanah milik warganya yang merupakan korban konflik di Gampong Suka Damai,” harapnya.

Untuk saat ini, lanjut Ti Aisyah selaku pemerintah Gampong Suka Damai dirinya hanya bisa membuat surat keterangan bahwa benar yang bersangkutan merupakan pemilik lahan dan surat suratnya atau sertifikat tanahnya telah hilang atau terbakar.

Adapun nama warga Gampong Suka Damai yang telah hilang sertifikat tanah diantaranya adalah. Nama : Mulyadi
Alamat : Dusun Anggrek Desa Suka Damai Kecamatan Pante Bidari Aceh Timur.

Bahwa benar nama yang tersebut diatas memiliki lahan plasma/ kapling rambong yang terletak di Gampong Suka Damai. Dan yang bersangkutan rumahnya terbakar pada masa konflik, sehingga sertifikat tanah atas nama Mulyadi Bin Ramlan ikut terbakar.
Adapun rincian data plasma/kapling tanaman rambong sebagai berikut:

Nomor Registrasi : 2260.
Nomor Kapling : 66.
Nomor Rumah : 44.
Nomor Crop : 181.
Nomor Kelompok : 2
Afdeling : IX

Kemudian, Nama : Mandahleni
Alamat : Dusun Anggerek, Desa Suka Damai Kecamatan Pante Bidari Aceh Timur.
Kehilangan sertifikat tanah karena rumah terbakar akibat konflik. Sertifikat tanah dengan Nomor : 2907.
Nomor Kapling : 65
Nomor Rumah. :
Nomor Crop. :
Afdeling. : IX
Nomor Kelompok : 2.

Demikian surat keterangan ini diperbuat dengan sesungguh nya agar dapat dipergunakan seperlunya. Kepala Desa Suka Damai mengeluarkan dan menandatangani surat tersebut pada tanggal 4 April 2021.

Ti Ansyah juga menjelaskan bahwa masih banyak lagi warganya yang melaporkan tentang kehilangan surat tanah, dan pihaknya pun mengaku telah mendata ulang, tanah atau lahan milik warganya. Namun untuk tahap selanjutnya adalah pendataan sertifikat atau surat tanah yang hilang dan rusak.

Kemudian, langkah berikutnya adalah penyalinan kembali data yang ada, setelah penerbitan sertifikat baru dilakukan oleh dinas terkait. (Raz/hR)