Nikmatnya Lemang Semakin Diminati di Bulan Suci

Pak Yogi salah seorang pengusaha lemang di Kabupaten Aceh Tengah, saat sedang membakar lemang di rumahnya bertempat di jalan jalur dua Blang Bebangka. (Dok. Foto : R-WIN)

Aceh Tengah, haba RAKYAT |

Selama bulan suci Ramadhan 1442 Hijiriah, mungkin anda masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah sudah terbiasa mencicipi aneka kuliner, kue basah dan kering, serta aneka jajanan lainya untuk berbuka puasa termasuk Lemang. Namun tahukah anda beberapa tahun ke belakang, terdapat beberapa orang pengusaha mikro mulai menekuni usaha panganan tradisional tersebut di wilayah ini.

Salah seorang pengrajin lemang bernama Yogi Lubis (42), diketahui sudah menggeluti usaha tersebut sejak 8 tahun silam, dia mengaku bisa menghabiskan daganganya sebanyak 150 hingga 200 batang lemang per harinya di bulan ramadhan.

“Alhamdulillah terkadang sudah bisa mencapai 200 batang per hari, harga perbatang dari Rp. 15.000 hingga 20.000 ribu, tergantung besar kecil diameternya,” ujar Yogi Kamis (29/04) di kediamanya.

Lemang berbahan dasar beras ketan dan dicampur dengan santan, proses pengolahanya terbilang unik karena harus dibakar dengan menggunakan bambu. Disebutkanya dalam proses pembuatan lemang, saat ini selain kayu bakar ketersediaan bahan baku bambu sudah mulai langka, bambu bambu tersebut didatangkan khusus dari wilayah Pameu Kecamatan Silih Nara.

Cita rasa lemang buatan Yogi atau disapa “Pak Yogi” oleh pelangganya diakui memiliki rasa yang khas, lemak legit ketan terbungkus daun pisang dibakar dalam bambu dengan api sedang, bisa dijadikan sebagai panganan pembuka saat berbuka puasa.

Lemang selain dinikmati original juga bisa dikombinasi dengan selai atau buah buahan seperti kurma dan durian, atau beragam jenis panganan lainya.

Pak Yogi menyebutkan saat ini usaha digelutinya baru mempunyai dua cabang untuk lokasi jualan, terletak di kawasan depan terminal lama dan kawasan Tan Saril. Untuk pelayanan penjualan di rumahnya terletak di jalan jalur dua menuju simpang lapangan Pacuan Kuda Blang Bebangka, hanya saat proses jam memasak lemang yaitu siang hingga pukul 16.00 Wib.

Namun diakui Yogi usaha lemang miliknya ini, hanya dilakukan saat bulan suci ramadhan dan musim buah durian saja, sementara pemesanan untuk hari lainya bisa datang langsung ke kediamnya. Pak Yogi berdoa, semoga usaha ini bisa terus berjalan lancar dan semakin berkembang dengan izin Allah, sebab dirinya pernah berkeinginan untuk membuka usaha lemang sebagai oleh oleh dari Takengon. (R-WIN)