Pelanggan Kecewa Dengan Pelayanan di PDAM Tirta Tawar, Minta Bupati Evaluasi Kinerja Direktur

(Dok. Foto Redaksi : Pipa induk PDAM Tirta Tawar yang berada di dalam selokan halaman rumah warga di kawasan kota Takengon, terlihat tidak lagi mengalirkan air Senin (19/04) sore sekira pukul 17:02 Wib).

Aceh Tengah, haba RAKYAT |

Di bulan Ramadhan tahun ini sejumlah warga kota Takengon kembali kecewa terhadap pelayanan perusahaan air minum milik daerah PDAM Tirta Tawar, sama terjadi seperti pada saat puasa ramadhan tahun 2020 lalu. Jika pada saat ramadhan yang lalu Direktur PDAM Tirta Tawar Hidayat yang menanggapi keluhan warga, melalui keterangan di media dikatakan Hidayat faktor utama kemacetan air terjadi lantaran adanya longsor yang terjadi dan menimbun bak penampungan air di Kecamatan Bebesen, Sabtu (02/05/2020).

Maka untuk tahun ini wartawan mendapatkan informasi dari salah seorang pegawai PDAM, bahwa mesin air dikawasan dermaga terbakar pada hari Minggu 18 April 2021. Petugas teknis pun dikatakan pegawai tersebut sudah dikerahkan untuk menanggulangi masalah kerusakan dan diupayakan agar air kembali mengalir di hari Senin.

“Mesin yang ada di dermaga terbakar hari Minggu, jadi baru ketahuan dan diperbaiki Senin pagi, saat ini bak sudah mulai di isi hanya saja menunggu bak penuh baru air bisa dialirkan,” ujar pegawai tersebut menerangkan, Senin (19/04).

Untuk tanggapi keluhan pelanggan lantas pegawai tersebut memberikan nomor telepon Kasubag Teknis yang menangani masalah itu. Namun sayangnya nomor kontak yang diberikan tersebut tidak diangkat saat ditelpon, bahkan panggilan telepon ini juga di cancel dan dialihkan.

Dari amatan wartawan hingga sore hari masih ada konsumen yang belum mendapatkan suplay air. Bahkan air di instalasi pipa induk PDAM, sekira pukul 16:30 Wib, justru sama sekali tak lagi alirkan air.

Salah seorang warga bernama Erwin mencoba melaporkan hal ini kepada Hidayat selaku Direktur PDAM Tirta Tawar melalui jaringan Whats App, namun hingga berita ini diturunkan laporan warga ke WA milik Hidayat hanya dilihat dan tak diberikan tanggapan.

Warga tersebut pun merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh manajemen perusahaan air minum milik daerah ini, karena bukan baru kali itu saja debit air kecil dan tak sampai kerumahnya, sepekan sebelumnya menjelang meugang ramadhan air PDAM ini pun sempat mengalami kemacetan.

Untuk itu selaku konsumen, pelanggan ini berniat akan menghadap ke Bupati Aceh Tengah usai pelaksanaan Sholat Tarawih, guna melaporkan masalah tersebut. Sehingga Bupati Drs. Shabela Abubakar sebagai kepala daerah dalam kewenanganya selaku pemilik usaha PDAM Tirta Tawar, segera mengevaluasi kinerja Hidayat dalam pelayanan konsumen.

Apalagi ditambah hingga saat ini tidak ada nomor kontak tertera untuk mempermudah pelanggan dalam menyampaikan keluhan ke PDAM, sehingga terkesan tidak melayani sesuai Undang Undang Perlindungan Konsumen (UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen). (Red)