Gegara Harta Guru PNS, HW Ditangkap Satreskrim Polres Aceh Tengah

Kasat Reskrim Aceh Tengah AKP. Ahmad Arief Sanjaya, didampingi Kasat Narkoba Aceh Tengah Ipda Adam Maulana dan Kasubag Humas Polres Aceh Tengah Akp. Zein Hamid Hasibuan, menunjukan barang bukti kejahatan HW, saat konferensi pers di ruang aula Mapolres, Senin 10 Mei 2021. (Dok. Foto : Red) .

Aceh Tengah, haba RAKYAT |

Seorang pria berusia 39 tahun berinisial HW, warga Arul Kumer Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah, ditangkap Unit Reskrim Polres Aceh Tengah, Senin 3 Mei 2021, sekira pukul 13.30 Wib. HW ketangkap gegara harta benda tetangganya yang berprofesi sebagai guru PNS.

Kronologis penangkapan dilakukan terhadap tersangka HW, diterangkan Kapolres Aceh Tengah Akbp. Mahmun Hari Sandi Sinurat,S.IK, melalui AKP Ahmad Arief Sanjaya.SH, saat konferensi pers Senin (10/05/2021) di aula Mapolres. Bermula saat HW pada hari Jum’at 30 April 2021, sekitar pukul 23.30 waktu setempat, pergi dari rumah dengan tujuan mencari rumah kosong ditinggal pemiliknya, untuk lakukan pencurian di rumah itu.

“Sesampai di depan rumah korban yang juga warga sekampungnya, HW melihat lampu rumah tersebut mati dan tersangka pun mendekat untuk pastikan rumah dalam keadaan kosong. Yakin rumah tak dihuni, tersangka kemudian berusaha masuk dengan mendorong pintu rumah,” terang Kasatreskrim.

Ditambahkan Akp Ahmad, dalam rumah itu HW langsung menggasak 1 unit sepeda motor matic milik korban yang kuncinya tergantung di sepeda motor, tersangka mendorong motor tersebut ke ruang tamu. Selanjutnya tersangka masuk ke kamar tidur korban dan menyikat 1 unit Laptop, berikut chargernya yang terletak di lantai kamar.

Belum puas dengan aksinya, tersangka HW selanjutnya menggeledah kamar depan, dalam lemari pakaian HW menemukan 1 BPKB Sepmor yang ingin dicurinya. Selanjutnya sebelum dijual, motor dan barang curian lainya disembunyikan tersangka di kebun kopi milik warga yang tidak diketahui identitasnya.

Kemudian keesokan harinya, tersangka menjual motor curian ke salah satu sowroom di wilayah Kecamatan Bebesen. Tersangka dengan akal bulus perdaya pemilik showroom agar mau membeli Sepmor yang ditawarkanya, HW berdalih hanya miliki BPKB, sedangkan STNK motor hilang dan belum membuat laporan surat kehilangan ke Polisi.

Merasa percaya dan tanpa curiga, pemilik showroom pun membayar motor itu dengan harga Rp. 8.000.000,- dari harga awal senilai Sepuluh juta Rupiah yang ditawarkan tersangka. Sementara sisa Rp. 2.000.000 dipotong oleh pihak showroom sebagai biaya pengurusan STNK.

Berkat kejelian Unit Reskrim tindak lanjut berkas laporan Polisi : LPB/33/V/2021 yang dilaporkan korbanya seorang guru PNS di Kabupaten Aceh Tengah, pada tanggal 03 Mei 2021, di hari itu HW ditangkap Polisi Unit Reskrim dan diamankan bersama seluruh barang bukti.

Tersangka HW yang kini telah mendekam di sel Mapolres, dijerat pasal 363 Ayat (2), dengan ancaman 9 tahun kurungan penjara. HW mengaku kepada wartawan, menyesal telah lakukan kejahatan untuk dapat penuhi kebutuhan lebaran. (R-WIN)