Hari Pertama Meugang di Sigli Sepi Pembeli

Sigli, haba RAKYAT |

Pedagang daging meugang di Pasar Terpadu Kota Sigli, Pidie, Provinsi Aceh, mengaku kurang laku, bahkan sampai pukul 14.00 wib, belum separuh daging meugang yang laku, sangat beda dibanding dihari meugang puasa lalu.

Musri, seorang pedagang di Pasar Terpadu Kota Sigli, kepada media haba RAKYAT, Selasa (11/05/2021) mengatakan, bahwa dagangannya belum banyak laku, masih tinggal separuh lagi, pembelinya kurang.

“Pada meugang puasa lalu, jam segini hanya tinggal beberapa kilo lagi, tetapi sekarang belum setengah nya laku, sangat kurang pembeli”, akui Musri.

“Pagi tadi buka harga Rp170 ribu sekilo, sekarang udah mau sore, kami jual Rp.150 ribu sekilo, kalau meugang puasa harga pagi Rp.180 ribu sekilo, paling turun jadi Rp170 ribu sekilo,” ungkapnya.

“Daripada merugi, ya kita jual murah aja, karena kalau tidak habis bisa merugi, tidak apa walau tidak ada untung nya,” ucap Musri.

Dari data diperoleh media ini, jumlah meja untuk penjual daging di Pasar Terpadu Kota Sigli, sejumlah 48 buah, yang diletakkan arah kiri kanan jalan masuk kedua pasar tersebut.Ada sekitar 50 ekor sapi dan 50 ekor kerbau yang disembelih untuk dijual pada hari pertama meugang Idul Fitri, di Pasar Terpadu Kota Sigli.

Untuk diketahui juga, Kota Sigli menyelenggarakanhari meugang selama dua hari, sedangkan kecamatan-kecamatan lainnya di Pidie, hanya menjual daging meugang pada hari kedua meugang. (AA/hR)