Bupati Aceh Tengah Dampingi Menteri Teten Masduki Kunjungi Koperasi Kopi dan Tembakau Gayo

(Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki didampingi Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar dan Ketua BQ Baburrayan Rizwan Husin, dalam kesempatan itu bersama sejumlah jajaran Forkopomda Aceh Tengah, Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki, meresmikan simbolis pelepasan Ekspor Kopi Gayo Koperasi BQ Baburayyan ke USA dan Eropa. Dok. Foto : Erwin)

Aceh Tengah, haba RAKYAT |

Dalam rangka mempercepat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi Koperasi dan UKM, Menteri Koperasi dan UKM melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Aceh Tengah.

Seperti diketahui sebelumnya, Teten Masduki (Menteri Koperasi dan UKM RI) beserta istri dan rombongan tiba di Aceh Tengah, dalam agenda kunjungan kerja sekaligus berkesempatan mengunjungi beberapa Koperasi dan UMKM di dataran tinggi Gayo.

Para tamu dan rombongan tersebut didampingi Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar, Sekretaris Daerah, para Asisten Setdakab, Staf Ahli Bupati, para Kepala OPD terkait dan Camat meninjau Koperasi Kopi Baitul Qiradh Baburrayyan dan Koperasi Tembakau Gayo Mitra Jaya, Kamis (17/06/2021).

Koperasi Baburayyan adalah salah satu Koperasi yang sudah cukup lama berdiri. Dalam perkembangannya Koperasi ini juga sudah bisa memasarkan sendiri produk Kopi Gayo, Koperasi BQ Baburrayyan memiliki 1 (satu) kantor pusat yang terletak di Aceh Tengah, dan mengelola lahan pertanian biji kopi kurang lebih seluas 11.000 Ha.

Selain itu Koperasi BQ Baburrayyan merupakan satu satunya Koperasi Kopi yang memiliki direct access atau pengiriman langsung kepada Starbucks International tanpa melalui perantara atau pihak ketiga.

“Kita patut bersyukur pada masa pandemi Covid-19, sejumlah Koperasi turut mendukung Pemerintah Daerah membantu Petani. Berdasarkan data dari Disperindagkop Aceh Tengah jumlah Koperasi sebanyak 391 dengan berbagai jenis dan Koperasi aktif sebanyak 224 Koperasi dan tidak aktif 167 Koperasi,” jelas Bupati Shabela Abubakar dalam kata sambutanya.

Selama ini Bupati telah berupaya mendorong Koperasi di Aceh Tengah yang bergerak diberbagai sektor untuk dapat masuk dalam skala bisnis yang lebih luas, baik lokal maupun Internasional supaya Koperasi tersebut dapat tumbuh berkembang lebih baik lagi.

“Koperasi yang bergerak dibidang perdagangan Kopi dan ekspor sejumlah 19 Koperasi. Koperasi yang mendapatkan dana LPDB sebanyak 3 Koperasi yaitu KSU Sara Ate Rp 500 Juta tahun 2015, Koperasi KBQ Baburrayyan Rp 10 Milyar tahun 2020/2021 dan Koperasi Produsen Arinagata 1 Milyar 250 Juta pada tahun 2021”, terangnya lebih lanjut.

Sementara itu dalam sambutanya, Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Teten Masduki menyampaikan “Kita akan berupaya membangun kelembagaan Kopi Gayo agar lebih baik lagi, kami ingin memperkuat Koperasi di dataran tinggi gayo ini”, ujarnya.

Melihat potensi yang besar disektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Aceh Tengah, Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Teten Masduki mendorong Kabupaten Aceh Tengah mengembangkan Koperasi disektor ini dengan lebih serius lagi.

Hal tersebut disampaikan Teten Masduki saat berdialog dengan pengurus dan anggota Koperasi Baitul Qiradh Baburayyan.

Kunjungan Menteri Koperasi dan UKM beserta rombongan di Aceh Tengah ingin melihat langsung proses produksi hasil kopi Gayo. Mulai dari proses penjemuran, penyortiran, penggilingan kopi sampai dengan proses pengemasan kopi.

Saat berkesempatan melepas secara simbolis Ekspor Kopi Gayo Koperasi BQ Baburayyan ke USA dan Eropa dengan jumlah total sebanyak 18 lot atau 18 Kontainer biji kopi. Teten Masduki menjelaskan kalo hasil produksi kopi kedepannya harus bisa lebih ditingkatkan lagi.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan perlunya koperasi kopi diperkuat, karena menyangkut kehidupan masyarakat Gayo yang mayoritas adalah petani Kopi.

“Hari ini saya melihat, Koperasi Baitul Qiradh Baburayyan sudah mendekati konsep ideal koperasi, jadi pembeli pada petani, menjadi konsolidator, lalu punya mesin pengolahan sendiri, dan langsung terhubung ke buyer. Pesan kami pada LPDB dengan dukungan Pemerintah Daerah, ini sangat layak untuk kita besarkan lagi”, kata Teten Masduki.

“Desain kami, petani perorangan itu bergabung dengan koperasi, koperasi sebagai on backer’s utama, koperasi di daerah harus kuat, jika telah kuat nanti akan kami upayakan agar dapat dikembangkan jadi petani, kemudian dapat lebih fokus meningkatkan hasil produksinya”, pungkasnya.

Dalam Agenda kunker Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Teten Masduki beserta rombongan tersebut, selanjutnya bergerak mengunjungi KUMKM (Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah) yang bergerak dibidang produsen Tembakau, berupa Tembakau Hijau, Kretek dan Rokok Putih juga Cerutu Koperasi Gayo Mitra Jaya diakhir lawatannya di Kabupaten Aceh Tengah. (Rel – HMA/Humas)