Daerah Terpencil di Simeulue Kini Hanya Tinggal Nama

Kadis Pendidikan H. Rasmidin.S.Pd, saat memberikan keterangan menyangkut data Dacil, Tahun 2018 / 2019 di ruang kerjanya. (Dok. Foto : Sumadi).

Simeulue – haba RAKYAT

 

Sekian Suda untuk program zona wilayah terpencil di Kepulauan Kabupaten Simeulue. Sebutan Daerah Pulau sudah terhapus di pusat Kementrian Daerah Tertinggal ( Kemendes) dengan ini dampak dunia pendidikan dengan sisitim aplikasi Dapodik para guru pendidik yang ada di Kabupaten Simeulue saat ini.

Kucuran dana terhadap guru di daerah sebutan Dacil tersebut mulai pupus dari Kemendes pusat dan sementara data yang diterima Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue tahun 2019 Yaitu Desa Pulau Siumat yang dapat.

Hal itu dijelaskan Kadis Pendidikan Kabupaten Simeulue H. Rasmidin.S.Pd. di ruang kerjanya Kamis ,14/3. Bahwa data untujk wilayah daerah terpencil (Dacil) hanya satu Desa yaitu Desa pulau Siumat Kecamatan Simeulue Timur Kab. Simeulue.

Melalui sisitim aplikasi Dapodik Kemendes yang akan menentukan untuk Desa – desa dimana sekolah yang patut dapat. Namun dari sisi lain juga ia menyebutkan sistem ini membuat kita kewalahan karena aplikasi ini langsung pusat yang menentukan siapa-siapa yang mendapat tunjangan guru di daerah terpencil. Sebut nya Dinas pendidikan hanya pengamatan. Dan itu data falid ya melalui BPMD setempat. ” Ucap Rasmidin.

Dari kuncuran dana terhadap wilayah terpencil sudah tiga tahun belakang dana Dacil kecewa dengan sistim penentuan adalah pusat, sebut Rasmidin ” dulu melalui Eska daerah terpencil dari Bupati.

Namun terputus sudah di akui bukan daerah terpencil . Nah persoalan ini bukan lagi ending kita kecuali pihak pemerintah dan DPRK melakukan lobi dan lobi bagai mana mekanisme ke Kemendes pusat bisa terealisasi seperti dulu di akui daerah kita adalah Wilayah terpencil apa lagi zona wilayah paling ujung barat samudra Hindia, maka itu sebutan Pulau tetap ada nama tersebut.

Lanjutnya, setiap guru untuk mendapatkan tunjangan itu tidak secara Merata, bisa jadi satu sekolah itu 5 atau 4 orang yang dapat bisa kepala sekolah saja tidak dapat, nah persoalan membuat kurang semangat sebagian guru terjadi kecemburuan sosial, kok dia dapat. Sedangkan saya tidak dapat. Dari tahun 2018 hanya 8 sekolah yang dapat dana Dacil sedangkan tahun ini hanya Desa Pulau Siumat, sebut Rasmidin. (Sumadi/hR)

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Don`t copy text!